GOSIPGARUT.ID — Keberadaan pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT) banyak dipandang sebelah mata. Dianggap tidak penting, bahkan oleh pemerintah POPT seringkali dilemahkan terkait penggunaan pestisida kimia.
Sebab, menurut calon senator (anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia/DPD RI) dari daerah pemilihan Jawa Barat, Sapei ST, secara tidak langsung peran POPT berbenturan dengan kepentingan pemodal obat-obat kimia yang beredar di kalangan petani.
“Padahal POPT mempunyai peran penting dalam mencapai swasembada pangan sehingga perlu adanya jaminan peraturan perundangan, baik dalam hal kesejahteraan maupun dalam hal tugas pokok dan fungsinya,” kata Sapei ST, saat bertatap muka dengan 24 perwakilan POPT se-Kabupaten Kuningan, di Kuningan, Rabu (27/3/2019).
Menjawab pertanyaan GOSIPGARUT.ID, ahli penataan wilayah dan kota serta pemberdayaan masyarakat ini tidak setuju jika POPT dipandang sebelah mata, lantaran keberadaannya sangat penting dalam upaya pengendalian hama tanaman secara terpadu.
Apalagi bagi dia yang calon senator, masukan dan saran dari POPT sangat membantu jika kelak Sapei terpilih menjadi anggota DPD RI dan diperlukan masukannya oleh pemerintah dalam pengendalian hama tanaman.
“Yang penting keberadaan POPT sangat penting bagi saya, terserah orang lain memandang sebelah mata,” ujar pria kelahiran 43 tahun ini.
Menurut Sapei, dasar dari tupoksi POPT, dari prinsif PHT (pengendalian hama terpadu), adalah budidaya tanaman sehat, pemanfaatan musuh alami, pengamatan rutin, dan menjadikan petani ahli PHT.
Ia menjelaskan, setelah digelar pertemuan di Kabupaten Kuningan, pertemuan serupa akan ditindaklanjuti pada hari Sabtu (29/3/2019) dengan menghadirkan sejumlah POPT dari tiap kabupaten di Jawa Barat. ***



.png)





