Budaya

Studi Banding ke Yogyakarta Buka Wawasan Mahasiswa Pascasarjana IPI Garut

×

Studi Banding ke Yogyakarta Buka Wawasan Mahasiswa Pascasarjana IPI Garut

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Pascasarjana IPI Garut yang melakukan studi banding ke Universitas Negeri Yogyakarta. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Mahasiswa Pascasarjana Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut melakukan studi banding ke Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Rabu (27/2/2018). Study banding itu bertujuan untuk mengetahui program-program yang dilakukan oleh Prodi Teknologi Pendidikan (Tekpen) dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia beserta mengetahui fasilitas-fasilitas pendukung perkuliahan pascasarjana di UNY.

Rombongan sebanyak 59 orang dan empat orang dosen dari dua jurusan Teknologi Pendidikan (Tekpen) dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) IPI Garut, diterima di gedung utama Pascasarjana UNY. “Selamat datang di Pascasarjana UNY, semoga dengan adanya kegiatan ini kita dapat saling bertukar informasi mengenai berbagai hal terkait pendidikan baik kegiatan perkuliahan, kegiatan mahasiswa, penelitian dan informasi penting lainnya” kata protokol menyapa para mahasiswa IPI Garut.

Dalam studi banding tersebut hadir pendamping mahasiswa dari Pascasarjana IPI Garut oleh Dr. Abdul Hasim, M.Pd (a.n.Direktur), Dr. Agus Hamdani, M.Pd. (Prodi PBSI), Dr. Deni Darmawan, S.Pd., M.Si, M.Ce. (Prodi Tekpen), dan Dr. Hj. Jamilah, SH.,M.Pd. (Wakil Direktur).

Baca Juga:   BEM FISIP Uniga Adakan PKD, Peserta Cukup Antusias

IPI Garut yang sebelumnya bernama STKIP Garut terus berupaya mengembangkan wawasan para mahasiswanya melalui studi banding tersebut.

Seorang mahasiswa S-2 Prodi PBSI, Dadang, S.Pd., menuturkan kepada media, bahwa studi banding ke UNY ini sangat bermanfaat bagi para civitas akademika, mahasiswa, juga para dosen karena UNY sudah termaju di tingkat nasional dan internasional dalam mengelola pendidikan perguruan tinggi.

“Di sana kita banyak memperoleh informasi pendidikan dan kita sebagai mahasiswa harus dapat mengimplementasikannya pada perkuliahan di IPI Garut,” katanya.

UNY yang pernah dinobatkan sebagai LPTK rangking pertama se-Indonesia ini termasuk 11 universitas terbaik. Capaian keberhasilan UNY di mata masyarakat dan masyarakat dunia tidak serta merta berhasil tapi dilakukan melalui pijakan visi dan misi perguruan tinggi.

Prof. Dr. Marsigit, M.A selaku direktur Pascasarjana UNY menyembutkan, ada tiga hal dalam mengelola perguruan tinggi yaitu transformatif, partisipatif dan kolegial. Hal tersebut mewujudkan visi dan misi pascasarjana dengan semangat gotong royong seluruh civitas akademika.

Baca Juga:   PCNU Garut Imbau Warga untuk Saling Menghormati di Bulan Puasa

“Semua kualitas SDM yang ada akan ditingkatkan mulai dari mahasiswa, dosen, staff bahkan direktur utama. Selain itu dalam pengelolaan pendidikan harus pada dua hal yang harus dipertahankan yaitu: akuntabilitas (dapat dipertanggungjawabkan ke publik) serta keberlangsungan (istiqomah),” kata dia.

Prof. Marsigit yang menginspirasi civitas akademika IPI Garut yang hadir waktu itu menjelaskan, lewat visinya unggul, kreatif dan inovatif berlandaskan taqwa, mandiri dan cendekia, juga budaya sopan santun harus menjadi pola perilaku semua civitas akademika Pascasarjana UNY.

“Sopan dalam memberikan kritik dan saran serta santun dalam bertindak. Sopan santun diwujudkan dalam bentuk pelayanan smart and smile. Smart pikiran, hati dan keterampilannya serta smile wajah, perilaku dan karakternya,” ujarnya.

Baca Juga:   Selama Dua Pekan, Para Seniman Garut Adakan Pameran Lukisan di Situ Bagendit

Catatan penting keunggulan dari universitas tersebut adalah bagi program pascasarjana mengharuskan lulus toelf minimal 450 dan mewajibkan para mahasiswa melakukan penelitian ilmiah dan karya ilmiahnya harus dapat dipublikasikan lewat media terpecaya (baik nasional maupun internasional), apalagi yang terindeks scopus dan Thomson Reuters.

Ini semua merupakan jalan untuk meningkatkan reputasi akademik yaitu melalui riset dan publikasi internasional.

Pada tahun 2018, UNY banyak mengadakan seminar internasional yang terindeks scopus dan pengembangan jurnal terakreditasi milik UNY. Pascasarjana memberikan fasilitas kepelatihan menulis jurnal untuk mahasiswa.

Saat ini, pascasarjana telah memiliki 2 koordinator terkait jurnal yaitu bidang kepenulisan dan publikasi jurnal yang siap membantu mahasiswa. Pada studi banding tersebut dilanjutkan pada pertemuan masing di ruang dan prodi masing-masing. (Budi Firdaus/ Yuyus S)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *