GOSIPGARUT.ID — Untuk menjawab tantangan global pada era komunikasi yang serba cepat dan transparan seperti saat ini, diperlukan sistem pendidikan yang efektif dan efisien. Salah satunya yaitu sistem Ubiquitous Base Test (UBT) dan Ubiquitos-Learning (U-Learning) platform.
Berkaitan dengan hal tersebut pada Jum’at, (12/7/2019) di Gedung STT Garut Jalan Mayor Samsu Garut, Universitas Garut (Uniga) bersama dengan Sekolah Tinggi Teknik (STT) Garut melakukan kerjasama dengan perusahaan North Star Developer’s Village (NSDevil) dari Korea Selatan.
Selain dihadiri Rektor Uniga Dr. Ir. H Abdusy Syakur Amin, M.Eng dan Ketua STT Garut Dr. Hilmi Aulawi, ST, acara kerjasama tersebut juga dihadiri oleh Un Joo Lee CEO NSDevil, Kevin Sin salah satu direktur NSDevil sekaligus pemagang paten dari teknologi UBT & U-Learning.
Kemudian, Kai Lee representative NSDevil di Indonesia; Dr. Nizar Alam Hamdani, MM, MT; Wakil Rektor II Uniga, Dr. Gugun Geusan Akbar, M.Si; Wakil Rektor III Uniga, Dr. Ir. Tendy Kusmayadi, MP; serta tamu undangan lainya.
UBT merupakan suatu sistem tes atau ujian yang dapat dilakukan di mana saja dengan menggunakan tablet atau smartphone. Sedangkan U-Learning adalah tren pembelajaran yang memadukan teknologi mobile, sehingga bisa dilakukan dimana, dan kapan saja, serta sesuai konteks pembelajarnya.
UBT dan U-Learning yang diperkenalkan oleh perusahaan NSDevil dari Korea ini, merupakan salah satu solusi bagi percepatan pengembangan sistem pendidikan yang efektif dan efisien.
Rektor Uniga Dr. Ir. H Abdusy Syakur Amin, M.Eng mengungkapkan, kerjasama ini merupakan salah satu upaya Uniga untuk menyiapkan proses pembelajaran di kampus yang sesuai dengan kebutuhan masa kini dan masa yang akan datang.
Sistem pembelajaran jarak jauh (long distance learning) merupakan keniscayaan, meskipun sistem pembelajaran ini akan diterapkan secara bertahap salah satunya dengan melakukan sosialisasi baik kepada dosen, staf, dan mahasiswa yang ada di lingkungan Uniga.
“Kita melihat UBT dan U-Learning yang diperkenalkan oleh NSDevil dari Korea cukup menarik apalagi teknologi ini deperkenalkan secara personal. Dalam waktu dekat kita berharap sistem pembelajaran ini mulai bisa disosialisaikan baik kepada dosen maupun mahasiswa,” ujar Syakur.
Sedangkan pihak NSDevil perwakilan Indonesia Kai Lee mengungkapkan, Uniga dan STT Garut merupakan konsosrsium pengguna teknologi UBT dan U-Learning.
“Kondisi globalisasi dan percepatan teknologi yang begitu cepat mendesak Indonesia untuk mengikuti perkembangan teknologi tersebut dan ini disadari oleh dunia pendidikan Indonesia khsusunya Kemenristekdikti,” kata dia. (Yuyus)



.png)















