GOSIPGARUT.ID — Pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Garut memilih bergeming di tengah hukuman organisasi. Meski resmi dijatuhi sanksi oleh PSSI Provinsi Jawa Barat beberapa hari lalu, PSSI Garut nekat mengulirkan turnamen Piala Anak Indonesia 2026 di Stadion Jayaraga, Garut, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Langkah kontroversial ini memantik sorotan tajam di lingkup sepak bola daerah. Pelaksanaan turnamen resmi di masa pembekuan atau sanksi dinilai berpotensi menyalahi tata kelola dan hirarki organisasi federasi.
Ketua PSSI Kabupaten Garut, Amar Komarudin, bergeming atas tuduhan pelanggaran tersebut. Ia mengklaim telah mengontak PSSI Jawa Barat untuk mengklarifikasi hukuman yang dijatuhkan. Menurut Amar, celah hukum untuk melepaskan diri dari sanksi masih terbuka lebar.
”Setelah komunikasi dengan PSSI Jawa Barat, kami masih bisa melakukan banding dan gelar perkara kembali,” kata Amar saat dihubungi via seluler, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Amar optimistis proses banding bakal membuka mekanisme peninjauan ulang terhadap fakta-fakta yang menjadi dasar penjatuhan sanksi. Ia berharap ada ruang evaluasi objektif agar keputusan provinsi dapat dibatalkan.
Tak hanya mengandalkan jalur banding resmi, PSSI Garut menaruh harapan pada dinamika internal pengurus provinsi. Amar mengisyaratkan penyelesaian tuntas kasus ini amat bergantung pada konstelasi politik pemilihan ketua PSSI Jawa Barat yang baru.
”Pembahasan lanjutan diharapkan dapat dilakukan setelah terpilihnya ketua PSSI Jawa Barat yang baru,” ujarnya.
Sembari menunggu jadwal sidang banding dan bergantinya nahkoda PSSI Jawa Barat, PSSI Garut memastikan tetap memutar roda kompetisi di daerah. Hingga berita ini diturunkan, pengurus PSSI Jawa Barat belum memberikan tanggapan resmi mengenai keabsahan kegiatan yang digelar PSSI Garut selama masa sanksi berjalan. (Yuyus)



.png)









