Berita

Perundungan Siswi MTs di Garut Dilaporkan ke Polisi, Korban Diduga Dikeroyok Lima Orang

×

Perundungan Siswi MTs di Garut Dilaporkan ke Polisi, Korban Diduga Dikeroyok Lima Orang

Sebarkan artikel ini
Dugaan aksi perundungan yang dilakukan oleh lima orang dialami siswi MTs Maripari Garut.

GOSIPGARUT.ID — Seorang siswi kelas IX MTs Maripari, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, berinisial N, diduga menjadi korban perundungan oleh lebih dari lima orang. Peristiwa kekerasan terhadap remaja asal Kampung Munjul, Desa Sukawening tersebut terjadi di wilayah Desa Mekarhurip pada Senin, 7 September 2026, sekitar pukul 15.30 WIB.

Keluarga korban resmi menyerahkan penanganan kasus ini kepada aparat kepolisian. Setelah sempat mendatangi Mapolsek Sukawening, pihak keluarga mendatangi Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Garut pada Selasa siang, 8 September 2026.

Kepolisian Sektor Sukawening mengarahkan pelaporan langsung ke markas kepolisian resor. Langkah ini diambil mengingat penanganan perkara yang melibatkan anak di bawah umur membutuhkan penanganan khusus dari unit yang berwenang.

Baca Juga:   Dedi Mulyadi Soroti Aliran Dana ke Garut, Janjikan Perbaikan Jalan Desa Jadi Prioritas

Kapolsek Sukawening, Budiman, membenarkan kedatangan keluarga korban ke markasnya sebelum akhirnya diarahkan ke Polres Garut.

“Untuk kejadian perundungan seperti ini sebaiknya dilaporkan ke Unit PPA Polres Garut. Karena itu tadi saya sarankan untuk melakukan pelaporan ke Unit PPA Polres Garut,” ujar Budiman, Selasa.

Di sisi lain, otoritas sekolah mengaku telah menerima kabar mengenai insiden kekerasan yang menimpa siswinya. Kepala MTs Maripari, Saep Munawar, menyatakan pihaknya masih menelusuri detail peristiwa tersebut dan enggan berspekulasi mengenai identitas maupun asal sekolah para pelaku.

Baca Juga:   Nestapa Lansia 80 Tahun di Garut: Hidup di Rumah Nyaris Ambruk, Anggota DPRD Desak Disperkim Turun Tangan

Saep menekankan pentingnya verifikasi fakta sebelum menyimpulkan pihak-pihak yang terlibat dalam aksi dugaan pengeroyokan tersebut.

“Kami masih menunggu informasi yang betul-betul detail. Mengenai sekolah mana yang diduga melakukan bullying, saya tidak ingin berandai-andai,” kata dia saat memberikan keterangan kepada media, Selasa sore.

Saep menambahkan, pihak sekolah memilih bersikap hati-hati dan menanti hasil penyelidikan resmi. Saep menegaskan tak ingin menuding sekolah atau kelompok tertentu sebelum kronologi dan identitas para terduga pelaku diungkap secara terang oleh kepolisian.

Baca Juga:   Garut Siapkan Penguatan Layanan Paru, Bupati Syakur Sambut Rencana Rawat Inap Rotinsulu

Kini, penanganan perkara sepenuhnya berada di tangan Unit PPA Polres Garut. Polisi didesak segera mengusut tuntas kronologi kejadian, mengidentifikasi seluruh pelaku, serta memastikan perlindungan hukum maupun psikologis bagi korban. (Yuyus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *