Olahraga

Mengayuh Renang, Menjaring Rupiah: Cara Garut Memoles Sport Tourism dari Kolam Talaga Bodas ​

×

Mengayuh Renang, Menjaring Rupiah: Cara Garut Memoles Sport Tourism dari Kolam Talaga Bodas ​

Sebarkan artikel ini
Kejuaraan renang di Kolam Talaga Bodas, Kabupaten Garut.

GOSIPGARUT.ID — Riak air di Kolam Renang Talaga Bodas tak sekadar menandai persaingan ratusan perenang muda Jawa Barat. Di balik sengitnya perbutan medali, perhelatan West Java Age Group Swimming Championship Series 2026 yang berlangsung pada 4–6 September 2026 ini menjadi ajang unjuk gigi Kabupaten Garut dalam mengawinkan pembinaan atlet dan industri pariwisata.

​Kejuaraan level provinsi ini menyedot 1.405 atlet dari 163 klub yang bertanding di 5.071 nomor perlombaan. Kehadiran ribuan perenang tak datang sendirian—mereka memboyong sanak keluarga dan pendamping, yang seketika menyulap kawasan sekitar menjadi pasar kaget beromzet gurih.

​Ketua Pengcab Akuatik Garut, H. Agus Ismail, menyebut konsistensi Garut menjadi tuan rumah adalah langkah konkret memutar roda ekonomi kerakyatan melalui sport tourism.

Baca Juga:   Sinyal Positif dari Gelanggang Muda: Atlet Garut Dobrak Dominasi Nasional

​”Sesuai arahan Bupati, fokus kita pada sport tourism. Jika 1.400 atlet ini membawa 4 sampai 5 pengiring, ada lebih dari 5.000 pengunjung yang datang,” ujar Agus pada Sabtu, 5 September 2026. “Efek dominonya luar biasa, tak hanya aspek olahraga tapi juga ekonomi. Hotel-hotel penuh.”

​Asisten Daerah I Setda Garut, Bambang Hafid, menegaskan bahwa lanskap alam menjadi nilai jual utama infrastruktur olahraga di wilayahnya. Kolam Renang Talaga Bodas yang diapit dua gunung memberi lanskap visual unik yang tak dimiliki daerah lain.

​”Pemerintah membangun fasilitas ini awal mulanya untuk mendongkrak prestasi. Namun dalam praktiknya, arena ini rutin menjadi panggung event provinsi dan nasional,” tutur Bambang mewakili Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin.

Baca Juga:   Tahan Juara Jatim, Persigar Garut Melaju ke 16 Besar Liga 4 Nasional; Bupati Syakur: Perjuangan Belum Selesai

“Dampaknya langsung dirasakan masyarakat, mulai dari penginapan hingga pelaku UMKM yang menjajakan produknya di luar arena,” tambah dia.

​Bambang juga menyentil nilai sportivitas tinggi yang menjadi watak cabang olahraga renang. “Belum ada sejarahnya lomba renang berujung keributan. Keunggulan inilah yang terus kita jaga bersama,” tuturnya.

​Di lintasan lain, optimisme tinggi terpancar dari jajaran pengurus akuatik. Dewan Pembina Akuatik Indonesia, Dr. Ruli Afandi, meyakini perenang yang berlaga di Garut bakal berbicara banyak di panggung dunia.

​”Saya optimistis anak-anak yang tampil di sini kelak memecahkan rekor nasional dan bertransformasi menjadi atlet internasional,” ucap Ruli.

​Keyakinan serupa ditekankan Ketua Umum Pengprov Akuatik Jabar, Ir. Verdia Yosep. Ia memasang target tinggi untuk pembinaan jangka panjang dari kompetisi berjenjang ini. ​”Saya yakin pada 2032 nanti, salah satu atlet yang bertanding di Garut hari ini akan menembus Olimpiade,” kata Verdia.

Baca Juga:   Pemkab Garut Siapkan Rp25 Miliar untuk Bangun Stadion Ciateul

Ia juga mengapresiasi peran vital para orang tua yang tak kenal lelah mengawal tumbuh kembang atlet muda dari tribune penonton.

​Kejuaraan di kaki gunung ini membuktikan satu hal: ketika pembinaan atlet dikemas apik bersama potensi daerah, podium juara tak hanya milik sang perenang, tetapi juga warga lokal yang ketiban rezeki. (Yuyus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *