GOSIPGARUT.ID — Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat menemukan sejumlah ruas jalan poros penghubung Cimahi, Kecamatan Caringin, dengan Cikarang-Pamalayan, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, masih mengalami kerusakan berat. Temuan itu diperoleh setelah survei lapangan sepanjang 24,1 kilometer dan menjadi dasar rekomendasi agar penanganan jalan strategis tersebut segera dipercepat.
Hasil survei dipublikasikan melalui laman resmi DPMD Provinsi Jawa Barat dan dilansir pada Sabtu (11/7/2026). Kegiatan berlangsung pada 1–2 Juli 2026 dengan melibatkan Kepala DPMD Provinsi Jawa Barat, sekretaris dinas, para kepala bidang, pejabat fungsional perencana, Tim Pengembangan Perdesaan (PPD), serta didampingi DPMD Kabupaten Garut, Dinas PUPR Kabupaten Garut, dan pemerintah desa setempat.
Jalan yang disurvei memiliki panjang total 24,1 kilometer, terdiri atas 20,6 kilometer jalan kabupaten dan 3,5 kilometer jalan desa. Ruas tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan sejumlah desa di Kecamatan Cisewu dan Kecamatan Caringin, sekaligus menjadi jalur penting bagi aktivitas masyarakat sehari-hari.
Selain dimanfaatkan warga untuk menuju sekolah, fasilitas kesehatan, dan pusat perdagangan, jalan poros itu juga menjadi jalur distribusi hasil pertanian, perkebunan, serta hasil hutan produksi. Kondisi jalan yang baik dinilai sangat menentukan kelancaran mobilitas masyarakat dan roda perekonomian di wilayah selatan Kabupaten Garut.
Berdasarkan hasil survei, ruas jalan kabupaten dari pertemuan Jalan Nasional menuju Kampung Pasaureuhan, Desa Cikarang, sepanjang 13 kilometer masih menghadapi kerusakan cukup serius. Dari total panjang tersebut, sekitar 5,45 kilometer menuju Kampung Pasaureuhan tercatat mengalami rusak berat.
Kerusakan juga ditemukan pada seluruh ruas jalan desa yang menghubungkan Kampung Pasaureuhan dengan Pamalayan, Cicariu, dan Cikarang sepanjang 3,5 kilometer. DPMD Jawa Barat mencatat seluruh ruas tersebut berada dalam kondisi rusak berat.
Sementara itu, pada ruas batas Desa Cikarang-Pamalayan hingga pertemuan Jalan Provinsi sepanjang 7,6 kilometer, kondisi jalan bervariasi. Tim menemukan 3,1 kilometer jalan berpermukaan telford mengalami rusak berat, 3,5 kilometer jalan hotmix mengalami rusak ringan, sedangkan satu kilometer jalan berlapis lapen juga berada dalam kondisi rusak berat.
Atas temuan tersebut, DPMD Provinsi Jawa Barat merekomendasikan pendataan yang lebih akurat mengenai status setiap ruas jalan sebagai dasar percepatan pembangunan. Koordinasi dengan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat serta Dinas PUPR Kabupaten Garut juga dinilai perlu segera dilakukan agar penanganan dapat direalisasikan.
“Diperlukan pendataan yang valid berkenaan dengan status jalan agar tujuan pembangunan jalan poros dapat segera terealisasikan,” tulis DPMD Provinsi Jawa Barat dalam rekomendasi hasil surveinya.
Menurut DPMD Jawa Barat, jalan poros Cimahi-Cikarang-Pamalayan merupakan infrastruktur strategis yang tidak hanya menghubungkan antarwilayah, tetapi juga menopang aktivitas ekonomi masyarakat. Perbaikan ruas tersebut diharapkan dapat memperlancar distribusi barang dan jasa, memperluas akses pelayanan publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan Garut selatan. ***


.png)











