Berita

Dedi Mulyadi Soroti Lemahnya Pengawasan Lingkungan Usai Taufik Hidayat Ditangkap: Penghuni Kos Harus Didata

×

Dedi Mulyadi Soroti Lemahnya Pengawasan Lingkungan Usai Taufik Hidayat Ditangkap: Penghuni Kos Harus Didata

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan kepada wartawan di Garut, Rabu (24/6/2026).

GOSIPGARUT.ID — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengapresiasi keberhasilan kepolisian menangkap Taufik Hidayat, tersangka kasus penganiayaan berat terhadap seorang perempuan yang sempat menjadi buronan. Di balik penangkapan tersebut, Dedi menilai ada persoalan pengawasan lingkungan yang perlu menjadi perhatian bersama, mulai dari pendataan penghuni rumah kos hingga peran keluarga dalam mengawasi anak.

Dalam keterangannya kepada wartawan di Garut, Rabu (24/6/2026), Dedi mengaku telah menyampaikan apresiasi langsung kepada Kapolda Jawa Barat atas keberhasilan aparat mengungkap keberadaan tersangka.

“Saya sudah menyampaikan ke Pak Kapolda, berterima kasih bahwa tepat sekali Taufik Hidayat bisa ditangkap,” ujar Dedi.

Menurut Dedi, kasus tersebut menunjukkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Ia menyoroti masih lemahnya sistem pendataan penghuni kos yang membuat seseorang dapat tinggal berbulan-bulan tanpa diketahui secara jelas identitas maupun aktivitasnya.

Karena itu, Dedi mengusulkan agar setiap pemilik kos mendata penghuni secara lebih tertib, termasuk menyimpan salinan kartu identitas dan dokumentasi wajah penghuni yang kemudian dilaporkan kepada ketua RT setempat.

Baca Juga:   Dedi Mulyadi Sindir Budaya "Wajib Ngantor": Produktivitas ASN Bukan Soal Kursi yang Diduduki

“Coba para pemilik kos itu, orang yang kos ke tempatnya minimal difoto dulu wajahnya, kemudian disimpan datanya. Selain KTP, laporkan juga ke RT. Sekarang kan bisa dikirim lewat handphone,” katanya.

Ia menilai langkah sederhana tersebut dapat membantu masyarakat dan aparat dalam memantau keberadaan penduduk pendatang serta mencegah berbagai potensi tindak kriminal.

“Jangan sampai orang bermukim di sebuah tempat berbulan-bulan tetapi tidak diketahui identitas dan keberadaannya,” ujar Dedi.

Selain menyoroti peran lingkungan, Dedi juga mengingatkan pentingnya pengawasan dari keluarga. Menurut dia, orang tua perlu memastikan keberadaan anak-anak mereka, terutama ketika bepergian ke luar daerah atau menginap dalam waktu yang lama.

Baca Juga:   Antisipasi Kecurangan Penjualan BBM, Satreskrim Polres Garut Gelar Razia ke Sejumlah SPBU

“Kalau pergi ke luar daerah, ya ditemenin. Kalau menginap, harus diketahui keberadaannya. Jangan sampai sudah berbulan-bulan tidak diketahui rimbanya,” katanya.

Sementara itu, terkait kondisi korban, Dedi menyebutkan bahwa berdasarkan laporan yang diterimanya dari pihak rumah sakit, kondisi korban saat ini terus menunjukkan perkembangan positif.

“Sudah semakin membaik,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai hukuman yang layak dijatuhkan kepada tersangka, Dedi menegaskan bahwa dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum. Namun, ia berharap hukuman yang dijatuhkan sebanding dengan dampak yang ditimbulkan terhadap korban.

Menurut Dedi, korban mengalami luka yang sangat berat, termasuk kehilangan kedua mata, kerusakan pada bagian bibir, dan luka bakar pada tubuhnya.

“Hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. Kalau setimpal dengan perbuatannya, itu berat sekali,” kata dia.

Dedi menambahkan, hakim memiliki kewenangan untuk menentukan vonis sesuai fakta persidangan dan ketentuan hukum yang berlaku. Meski demikian, ia berharap pasal-pasal yang dikenakan dapat memberikan efek keadilan bagi korban.

Baca Juga:   Petani Kopi Asal Garut Demonstrasikan Seduh Kopi di Norwegia

“Kita serahkan kepada hakim. Harus hukuman yang paling berat dari pasal yang ada,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dedi juga menyinggung hadiah sayembara Rp250 juta yang sebelumnya dijanjikan bagi pihak yang membantu menemukan keberadaan tersangka. Ia mengatakan mekanisme pemberian hadiah tersebut masih akan dibahas bersama kepolisian agar tidak menimbulkan persoalan aturan maupun administrasi.

Ketika ditanya mengenai sumber dana hadiah itu, Dedi memastikan uang tersebut berasal dari dana pribadinya.

“Masa gubernur enggak punya uang Rp250 juta? Alhamdulillah saya punya penghasilan tiap bulan, punya dana operasional yang cukup, punya usaha cukup,” kata Dedi. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *