Peristiwa

Modus Tawarkan Kalender, Pria Mengaku Wartawan Gasak Tabungan Siswa MI di Garut

×

Modus Tawarkan Kalender, Pria Mengaku Wartawan Gasak Tabungan Siswa MI di Garut

Sebarkan artikel ini
Foto: ILUSTRASI.

GOSIPGARUT.ID — Seorang pria tak dikenal yang mengaku sebagai kru media memanfaatkan kelengahan pihak sekolah untuk menggasak uang tabungan milik siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cokroaminoto Sangkali, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jumat (12/6/2026).

Dengan modus menawarkan kalender, pelaku nekat menerobos ruang kepala sekolah dan menguras uang tunai senilai Rp 3,9 juta dari dalam tas. Akibat aksi pencurian tersebut, harapan puluhan siswa untuk menerima sisa tabungan mereka yang dijadwalkan cair pada Senin (15/6/2026) mendatang terpaksa pupus.

Peristiwa pencurian ini bermula ketika pelaku mendatangi lingkungan sekolah pada Jumat siang. Pihak sekolah yang tidak menaruh curiga sedikit pun menyambut pria tersebut layaknya tamu dinas biasa.

Baca Juga:   Kapolda: Perayaan Imlek di Jabar Aman dan Kondusif

Pelaku kemudian dipersilakan masuk ke ruang kepala sekolah untuk mempresentasikan kalender yang dibawanya. Namun, situasi lengang itu dimanfaatkan pelaku saat Kepala Sekolah dan Bendahara terpaksa keluar ruangan selama beberapa menit karena ada urusan mendesak.

Begitu menyadari ruangan dalam keadaan kosong tanpa penjagaan, pelaku diduga langsung bergerak cepat menggeledah barang berharga dan melarikan diri dari lokasi tanpa berpamitan.

Amplop Tabungan Robek di Dalam Tas

Kepala MI Cokroaminoto Sangkali, Mini S.Pd.I, menjelaskan bahwa dirinya baru menyadari menjadi korban kejahatan sesaat setelah kembali ke ruang kerja dan memeriksa barang bawaannya.

“Tadi ada yang datang ke sini katanya dari media, dia menawarkan kalender. Pas saya tinggal ke ruang bendahara, tiba-tiba orangnya pergi tanpa pamit. Saya langsung kembali ke ruangan saya dan pas saya buka tas saya kaget, amplop berisi uang tabungan anak-anak sudah sobek,” ujar Mini saat memberikan keterangan kepada wartawan, Jumat (12/6/2026).

Baca Juga:   Pelaku Penyiram Pasutri di Garut dengan Air Keras Akhirnya Ditangkap Polisi

Setelah dihitung kembali, uang tunai sebesar Rp 3,9 juta yang disimpan erat di dalam amplop tersebut sudah raib. Pelaku diduga kuat merobek paksa wadah penyimpanan di dalam tas hanya dalam hitungan menit sebelum bergegas kabur.

Aksi nekat pelaku menjadi pukulan berat bagi manajemen sekolah. Dana yang dibawa kabur tersebut merupakan akumulasi tabungan para siswa yang rencananya akan dibagikan menjelang momen kenaikan kelas dan acara perpisahan.

Baca Juga:   Aparat Gabungan Gelar Razia Miras di Seputar Lapangan Kherkof

Bendahara MI Cokroaminoto Sangkali, Nurhayati, mengaku sangat terpukul memikirkan nasib anak-anak yang sudah menanti-nanti pencairan uang mereka di awal pekan.

“Rencananya uang tabungan itu akan kami bagikan Senin depan. Terpaksa harus ditunda, tetapi kami akan berupaya agar sebelum perpisahan uang itu tetap bisa dibagikan kepada siswa,” tutur Nurhayati lirih.

Hingga saat ini, pihak sekolah masih berupaya mencari solusi untuk menutupi kerugian materiil tersebut karena belum mengetahui sumber dana pengganti yang bisa digunakan. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *