GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Kabupaten Garut membuka peluang kerja sama strategis dengan Kota Shizuoka, Jepang, melalui pengembangan sektor kopi, perikanan, dan penempatan tenaga kerja terampil. Langkah tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja delegasi Jepang yang diterima langsung Bupati Abdusy Syakur Amin, di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Selasa (26/5/2026).
Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring internasional daerah sekaligus mendorong potensi unggulan Garut agar memiliki daya saing di pasar global.
Bupati Abdusy Syakur Amin, mengatakan pembahasan bersama delegasi Jepang difokuskan pada kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua daerah. Sejumlah sektor unggulan Garut dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan bersama mitra dari Jepang.
“Kami berdiskusi terkait potensi kerja sama antara masyarakat Garut dengan masyarakat Jepang. Mudah-mudahan ke depan bisa terealisasi, khususnya dalam pengembangan komoditas kopi,” ujar Syakur.
Kopi Garut menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian khusus dalam pertemuan tersebut. Selama beberapa tahun terakhir, kopi asal Garut dikenal memiliki kualitas dan cita rasa khas yang mulai diminati pasar luar negeri, termasuk Jepang.
Selain sektor pertanian, kerja sama juga diarahkan pada pengembangan sektor kelautan dan perikanan, terutama potensi lobster dan hasil laut di wilayah Garut Selatan yang dinilai memiliki prospek ekspor cukup besar.
Tidak hanya perdagangan komoditas, Pemkab Garut juga mendorong kerja sama di bidang ketenagakerjaan melalui implementasi program “1 Desa 1 Migran”. Program tersebut ditujukan untuk menciptakan tenaga kerja desa yang memiliki keterampilan dan kesiapan bekerja di luar negeri secara profesional.
“Selain itu, kita akan membantu tenaga terampil kita untuk bekerja di Jepang, sehingga memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” kata Syakur.
Perwakilan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Bitode, Dadan Muhamad Arifin, mengatakan kunjungan delegasi Jepang ke Garut merupakan langkah awal penjajakan kerja sama yang lebih konkret bersama pemerintah daerah.
Menurut dia, pihak Jepang memberikan perhatian terhadap kualitas kopi Garut yang dinilai memiliki reputasi baik dan peluang pasar yang menjanjikan.
“Tepatnya besok, kami akan melihat perkembangan secara langsung budidaya kopi Garut dan melihat potensi sektor perikanan di daerah Garut Selatan,” ujar Dadan.
Delegasi Jepang dijadwalkan meninjau sejumlah lokasi budidaya kopi dan kawasan perikanan sebagai bagian dari proses pemetaan potensi kerja sama jangka panjang.
Pemkab Garut berharap kolaborasi tersebut tidak hanya membuka peluang investasi dan perdagangan, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal. Kehadiran kerja sama internasional dinilai dapat menjadi jalan baru bagi petani kopi, nelayan, hingga generasi muda Garut untuk berkembang di tengah persaingan global yang semakin terbuka. ***



.png)




























