oleh

Linggaratu, Sebuah Objek Wisata Religi di Kabupaten Garut

GOSIPGARUT.ID — Linggaratu atau gugusan batu, terletak di sebuah makam yang memperlihatkan banyak hamparan batu besar yang tersusun unik. Kini, makam ini telah hampir berusia 13 abad dan dipercaya sebagai leluhur penduduk bukit linggaratu yang menyebarkan agama Islam yaitu Prabu Kingking.

Terletak di Kampung Babakan Sukasirna, Desa Sindangpalay, Kecamatan Karangpawitan, berjarak 21 kilometer dari kota Garut. Karena di lokasi ini aktivitas utamanya adalah ziarah, Desa Sindangpalay menggarapnya sebagai desa wisata religi. Meski tidak menutup kemungkinan pengembangannya dengan spot-spot lain untuk camping ground, naik gunung atau wisata alam lainnya.

Camat Karangpawitan, Rena Sudrajat, membenarkan hal itu. Di mana, sejarah penyebaran Islam oleh Prabu Kingking terjadi 13 abad lalu. Dengan dijadikannya Desa Sindangpalay sebagai desa wisata, ia berharap selain menjaga kelestarian budaya, juga desa wisata ini menjadi lokomotif perekonomian masyarakat, sehingg ini berdampak terhadap kemajuan daerahnya.

“Desa-desa di Kecamatan Karangpawitan ke depan akan menjadi desa wisata berbagai jenis, baik wisata religi, edukasi, alam atau wisata kuliner sekalipun.
Meski demikian, desa-desa wisata ini bisa berkembang, kecuali hanya dengan kesiapan masyarakatnya. Karena bila tidak, wisatawan enggan lagi berkunjung lantaran sambutan masyarakatnya yang kurang bagus, baik karena tarif mahal, atau sisi keamanan dan kenyamanannya,” kata Rena, saat mewakili Bupati Garut meresmikan Desa Wisata Lingaratu, Minggu (13/10/2019).

Baca Juga:   Jelang Tahun Baru 2019, Gunung Papandayan Ramai Dikunjungi Wisatawan

“Harus ada dukungan dari masyarakat bila ingin berkembang,” ujar dia lagi, di hadapan masyarakat Desa Sindangpalay, termasuk para perwakilan SKPD, seperti dari Disparbud DPMD, DPMPT, dan Diskominfo, Ketua Asosiasi Usaha Daya Tarik Wisata (AUDTW) Garut Anton Galuma, serta undangan lainnya.

Batu tersusun unik di Linggaratu. (Foto: Istimewa)

Rena menuturkan, untuk lebih meningkatkan sadar wisata masyarakatnya, Kecamatan Karangpawitan akan menggulurkan program “Bioskop Rakyat”, di mana media ini diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat dalam memperoleh informasi dan edukasi kepariwisataan dengan diselingi hiburan.

Baca Juga:   Kampung Naga di Perbatasan Garut -- Tasikmalaya Diminati Wisatawan Mancanegara

Sementara itu, nenurut Ketua RW 05, Iwan (45), sejak dulu objek wisata Linggaratu kerap dikunjungi wisata domestik, bahkan wisata asing, meski pengelolaannya masih swadaya. “Mudah-mudahan dengan peresmian desa wiasata ini semakin memotivasi kami untuk menjaga dan memelihara objek wisata kami lebuh baik lagi. Kami minta tolong Dinas Kominfo dapat membantu mempublikasikan wisata kami dan potensi lainnya,” pungkas Iwan.

Baca Juga:   Jadi Tuan Rumah HAI, Hotel di Garut Dipenuhi Peserta dari Sejumlah Daerah

Desa Wisata Linggaratu, seperti dituturkan Ketua Asosiasi Usaha Daya Tarik Wisata (AUDTW) Garut, Anton Galuma, selain menampilkan objek wiasata religi, juga terdapat spot wisata alam untuk camping ground, dan goa Linggaratu. Spot-spot itu masih perlu terus dibenahi agar nantinya lebih menarik lagi. ***

Komentar

Berita Terkait