GOSIPGARUT.ID — Pegiat Tajdid Institute, Asep Lukman, menilai arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini lebih menitikberatkan pada sektor ekonomi dibandingkan isu ideologi maupun politik kebangsaan.
Pernyataan itu disampaikan Asep melalui unggahan video di akun media sosialnya yang dilihat GOSIPGARUT.ID, Kamis (14/5/2026).
Dalam video tersebut, Asep menyoroti sejumlah program prioritas pemerintah yang menurutnya memiliki orientasi kuat pada penguatan ekonomi nasional, mulai dari Danantara, program ketahanan pangan, MBG, hingga Koperasi Merah Putih.
“Empat program unggulan ini semuanya ekonomi. Tidak ada lagi ideologi,” ujar Asep dalam video tersebut.
Menurut dia, fokus pemerintah terhadap isu ekonomi merupakan respons atas tekanan kebutuhan masyarakat yang semakin besar. Karena itu, narasi yang paling sering muncul dari para penguasa saat ini adalah persoalan ekonomi.
“Yang mereka narasikan, yang mereka publish-kan, yang mereka prioritaskan adalah ekonomi,” tandas Wakil Ketua Umum Kadin Jawa Barat ini.
Asep menilai fenomena tersebut bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga menjadi tren global. Ia mencontohkan perubahan arah komunikasi politik di Amerika Serikat yang kini dinilai lebih didominasi isu ekonomi dibanding demokrasi atau hak asasi manusia.
Asep menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump lebih banyak berbicara mengenai tarif perdagangan dibanding isu-isu ideologis.
“Dulu presiden Amerika bicara demokrasi, HAM, nasionalisme. Sekarang Trump bicara tarif, tarif, tarif. Apa itu? Duit, ekonomi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Asep mengatakan peluang ekonomi pada dasarnya lahir dari kebijakan pemerintah. Karena itu, masyarakat maupun pelaku usaha diminta membaca arah kebijakan yang sedang dibangun penguasa agar bisa mengambil peluang yang ada.
Menurut dia, masyarakat tidak cukup hanya melihat kebutuhan di lapangan, tetapi juga harus memahami arah besar kebijakan negara.
“Lihat peluang itu dari atas, dari kekuasaan. Apa maunya penguasa? Ikutlah menjadi bagian dalam ekosistem ekonomi yang lahir dari kebijakan,” tutur Asep. ***



.png)












