Berita

Korwil Pendidikan Dinilai Tak Relevan, Wacana Pembubaran Menguat di Garut

×

Korwil Pendidikan Dinilai Tak Relevan, Wacana Pembubaran Menguat di Garut

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- Korwil Pendidikan.

GOSIPGARUT.ID — Wacana pembubaran Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan di kecamatan-kecamatan Kabupaten Garut kembali menguat. Sejumlah pihak menilai keberadaan korwil kini sudah tidak relevan dengan perkembangan zaman dan justru menambah beban birokrasi.

Direktur Garut Indeks Perubahan Strategis (GIPS), Ade Sudrajat, menegaskan bahwa fungsi korwil sudah banyak tergerus oleh kemajuan teknologi digital dan sistem pelaporan online. Menurutnya, koordinasi administrasi yang dahulu menjadi tugas utama korwil kini bisa dilakukan secara lebih cepat dan transparan melalui sistem daring.

“Korwil pada awalnya memang dibentuk untuk memperpendek jalur koordinasi. Tapi dengan adanya sistem digital, fungsi itu sudah jauh berkurang,” ujar Ade, Kamis (11/9/2025).

Baca Juga:   Di Usia Garut ke-210 Tahun, Kampung Stamplat Bukan Lagi Merupakan Daerah "Blankspot"

Tak hanya dianggap kehilangan fungsi, sejumlah kritik juga menyasar dugaan penyimpangan oknum korwil di lapangan. Mulai dari pungutan liar terhadap dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), hingga praktik menjadi makelar barang yang dipaksakan masuk ke sekolah-sekolah.

“Alih-alih menjadi solusi, justru muncul laporan bahwa korwil melampaui kewenangan bahkan membebani sekolah,” tambah Ade.

Baca Juga:   Dukung Perjuangan Rakyat Palestina, ACT Garut Deklarasikan KKIPP

Sejumlah bupati di daerah, termasuk Garut, disebut sedang mengkaji ulang efektivitas korwil. Opsi pembubaran pun mulai masuk dalam pertimbangan.

Namun demikian, tak sedikit yang mengingatkan bahwa korwil memiliki peran historis. Di wilayah dengan cakupan sekolah yang luas dan berjauhan dari kantor dinas pendidikan, keberadaan korwil dulu dianggap penting untuk menjaga koordinasi.

Baca Juga:   Dua Pengedar Pil Koplo di Garut Ditangkap, Polisi Sita Ratusan Butir dan Uang Tunai

Kini, perdebatan soal nasib korwil pendidikan masih terus berlangsung. Apakah akan tetap dipertahankan dengan peran baru, atau benar-benar dihapus, akan bergantung pada keputusan politik daerah serta kesiapan sistem digital menggantikan fungsi yang ada. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *