GOSIPGARUT.ID — Peluang pasar besar tengah dibidik para pengusaha gula aren di Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut. Salah satu pelaku usaha, Ade Dadang, mengungkapkan bahwa produk lokal dari pegunungan selatan Garut itu kini dilirik buyer dari Jakarta, dengan permintaan mencapai 15 ton per bulan.
Menurut Ade, permintaan datang dari seorang pengusaha kuliner di kota besar yang tertarik dengan kualitas gula aren Cisewu, yang rencananya akan digunakan sebagai bahan baku bumbu salah satu kuliner ternama di Indonesia.
“Kami sudah melakukan pembicaraan dengan buyer itu. Ia sudah tertarik dengan kualitas produk kami. Tinggal soal harga yang belum sepakat,” ujar Ade Dadang, Kamis (7/8/2025).
Ia optimistis, jika kesepakatan harga segera tercapai, pengiriman produk bisa langsung dilakukan dalam waktu dekat. “Kalau sudah deal, minggu-minggu ini pun barang sudah bisa dikirim,” tambahnya.
Sebagai gambaran, saat ini harga gula aren dalam bentuk batangan di tingkat petani mencapai Rp14.000 per kilogram, artinya nilai potensi transaksi bisa menembus ratusan juta rupiah per bulan jika kesepakatan berjalan lancar.
Namun di balik peluang cerah tersebut, Ade tak menampik masih ada kendala yang harus dihadapi, khususnya soal permodalan. Untuk memenuhi permintaan dalam skala besar, dibutuhkan suntikan dana yang cukup besar pula.
“Ada kemungkinan saya akan menggandeng perbankan untuk solusi permodalan ini. Mudah-mudahan saja pihak bank bisa membantu,” harapnya.
Potensi pasar gula aren dari Cisewu ini menunjukkan bahwa produk olahan lokal mampu bersaing dan masuk ke rantai pasok industri kuliner nasional. Namun, dukungan dari berbagai pihak, terutama lembaga keuangan dan pemerintah, sangat dibutuhkan agar komoditas unggulan pedesaan ini bisa naik kelas dan berdaya saing tinggi di pasar luas. ***



.png)





