GOSIPGARUT.ID — Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) menjamin kualitas dan ketepatan timbangan dalam distribusi bantuan pangan beras untuk masyarakat di Kabupaten Garut. Sebanyak 227.969 keluarga penerima manfaat (KPM) telah terdata sebagai penerima program ini, masing-masing mendapatkan 20 kilogram beras kualitas medium.
Pimpinan Cabang Perum Bulog Ciamis, Dadan Irawan, menegaskan bahwa seluruh beras yang didistribusikan sudah melalui proses uji timbang dan pemeriksaan kualitas sebelum disalurkan ke masyarakat. Hal ini dilakukan guna memastikan bantuan yang diterima sesuai dengan kuota yang ditentukan.
“Dalam penyaluran kepada masyarakat, Perum Bulog Ciamis melakukan pengujian timbang pada beras bantuan pangan,” ujar Dadan kepada Antara, Jumat (1/8/2025).
Setiap karung beras berisi 10 kilogram, dan dilakukan pengecekan ulang secara acak untuk menjamin tidak terjadi pengurangan isi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa berat beras sesuai dengan takaran standar.
“Pengujian timbangan dilakukan untuk memastikan bahwa beras yang disalurkan memiliki kuantum yang sesuai yaitu 10 kilogram per karungnya,” tambahnya.
Proses penimbangan ini sempat ditinjau langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, saat pembagian beras di Desa Talagasari, Kecamatan Kadungora. Dalam kunjungannya, bupati memastikan tidak ada kekurangan dalam bobot beras yang diberikan.
“Hasil penimbangan beras menunjukkan bahwa beras yang disalurkan sudah sesuai dengan ketentuan,” tegas Dadan.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Bulog dan pemerintah daerah dalam melakukan monitoring distribusi, agar bantuan benar-benar sampai kepada pihak yang berhak.
“Monitoring yang kami lakukan bersama pemerintah daerah sangat membantu memastikan penyaluran tepat sasaran,” jelas Dadan.
Program bantuan beras ini merupakan salah satu strategi pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan, khususnya bagi masyarakat rentan. Dadan menyebut, banyak warga yang menyampaikan bahwa mereka sangat terbantu dengan adanya bantuan ini.
“Mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan ini, dan bantuan yang diterima sudah sesuai dengan alokasi penyaluran,” tutupnya.
Program ini diharapkan terus berjalan secara transparan dan akuntabel, mengingat peran vitalnya dalam menjaga kestabilan sosial dan ekonomi masyarakat di tengah dinamika harga bahan pokok. ***



.png)




























