GOSIPGARUT.ID — Upaya membentuk karakter siswa sejak dini dilakukan SMP dan SMA IT Mekarsewu, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, melalui program pembiasaan bertajuk Pagi Bersinar Mencerahkan. Kegiatan ini menjadi bagian dari pendidikan karakter yang menyentuh aspek spiritual, disiplin, sosial, hingga literasi dan kepedulian lingkungan.
Ketua Yayasan Pandu Sewu — yang mengelola SMP dan SMA IT Mekarsewu, H. Oong Somara, M.Pd., menjelaskan bahwa pembiasaan merupakan proses penanaman perilaku positif kepada siswa melalui aktivitas rutin yang dilakukan setiap hari. “Kami ingin siswa terbiasa melakukan hal-hal baik bukan karena disuruh, tetapi karena sudah menjadi karakter mereka,” ujar Oong, Selasa (29/7/2025).
Ia menjelaskan, program ini dilaksanakan secara konsisten setiap pagi, dengan kegiatan sholat dhuha berjamaah, membaca Al-Qur’an, mendengarkan tausyiah, dan belajar doa-doa harian. Seluruh siswa dan guru terlibat aktif, menciptakan suasana religius dan edukatif yang kuat sejak jam pertama pelajaran.
Tidak hanya aspek religius, pembiasaan juga mencakup berbagai dimensi kehidupan siswa. Berikut beberapa contoh yang diterapkan di lingkungan sekolah:
Disiplin dan Tanggung Jawab: Datang tepat waktu, mengenakan seragam sesuai aturan, dan mengumpulkan tugas tepat waktu.
Sosial dan Budaya: Membiasakan salam, senyum, sapa, kerja bakti, serta menghormati guru dan sesama.
Literasi: Membaca buku selama 15 menit sebelum pelajaran dan membuat jurnal harian.
Hidup Sehat dan Ramah Lingkungan: Membuang sampah pada tempatnya, membawa bekal sehat, serta menanam dan merawat tanaman di sekolah.
Menurut Oong, program ini sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui gerakan “Gapura Panca Waluya”, yang mengintegrasikan nilai-nilai karakter lokal ke dalam dunia pendidikan. Lima nilai utama yang diusung yaitu cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), pinter (pintar), dan singer (cepat tanggap).
Panca Waluya, kata dia, bukan sekadar jargon, tetapi menjadi bagian dari sistem pembelajaran di sekolah-sekolah Jawa Barat, termasuk dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan keseharian siswa. Program ini juga melibatkan sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.
“Kami berharap dengan pembiasaan ini, siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia,” tegas Oong.
Dengan pendekatan ini, SMP dan SMA IT Mekarsewu menunjukkan bahwa pendidikan karakter adalah fondasi utama dalam mencetak generasi masa depan yang berintegritas dan berdaya saing. ***








