GOSIPGARUT.ID — Mungkin dibanding kain tenun Jepara dan Sumba, tenun Garut dianggap kurang populer. Salah satu penyebabnya, kain tenun Garut biasa dipakai untuk acara-acara resmi.
Namun desainer Adelina Willy Suryani ingin mengubah imej tersebut. Dari tangannya, Ade ingin tenun Garut bisa lebih santai dan cocok dipakai untuk keseharian.
“Saya coba mengeksplor, berkreasi buat tenun Garut ini bisa dipakai untuk harian. Karena orang tahunya tenun Garut terlalu resmi atau hanya bisa untuk acara tertentu,” kata Adelina, baru-baru ini.

Menurutnya, tenun Garut itu unik. “Dia punya pattern seperti kaya sulam jadi handmade. Bikin teksturnya kan tenun, kemudian benang-benang ini disulam, jadi dua sampai tiga kali proses. Jadi selembar kain itu dua bulan prosesnya,” ungkap Adelina.
Ia mengakui, tenun Garut cukup mahal dan segmennya untuk menengah ke atas. Satu kain tenun Garut paling murah dihargai sekitar Rp800 ribu.
“Otomatis harga menyesaikan di sana, dan konsep saya ready to wear. Jadi baju yang bisa dipakai hari-hari, bukan baju yang semi couture atau couture. Jadi range harga antara Rp 1 juta hingga Rp 2,5 juta,” kata Adelina. (Swr/Gun)



.png)





