GOSIPGARUT.ID — Bantuan beras sebanyak 10 kilogram tiap keluarga, mulai disalurkan melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Perum Bulog dan PT Pos. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Aji Sukarmaji, menyampaikan bahwa total penerima bantuan di Kabupaten Garut mencapai 296.885 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
“10 kg untuk satu KPM, itu untuk satu bulan. Program ini sampai dengan bulan Juni. Jadi per bulan, kualitasnya medium,” kata dia, saat mendampingi Penjabat (Pj) Bupati Garut, Barnas Adjidin, menyerahkan bantuan beras cadangan pemerintah pusat di Desa Gandamekar, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Rabu (31/1/2024).
Di Kecamatan Kadungora sendiri, tambah Aji, sebanyak 8.464 KPM menerima bantuan beras tersebut. Sementara di Desa Gandamekar, jumlah penerima sebanyak 461 KPM.
Ia berharap, bantuan beras itu dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, di mana saat ini harga beras dinilai tidak murah. Untuk data KPM sendiri, imbuh Aji, berasal dari data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).
“Jadi banyak yang sekarang yang baru menerima beras ini karena mereka termasuk di Desil 1 ada di Desil 2, jadi masyarakat miskin ekstrem itu pak,” ujarnya.
Aji menambahkan, bantuan itu diberikan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas), di mana pengadaan berasnya melalui Perum Bulog, dan disalurkan melalui PT Pos.
“Ya kita dari aparat pemerintah daerah menjadi satu tim dari DKP Dinas Ketahanan Pangan, Dinsos, dan dari BAPPEDA. Jadi kita dalam melaksanakan monitoring bersama-sama,” katanya.
Penjabat Bupati, Barnas Adjidin, mengingatkan kepada masyarakat agar tidak menjual bantuan beras yang telah diberikan, namun dapat memanfaatkan dengan baik beras tersebut untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Kemudian dalam bantuan-bantuan kalau bisa tidak duplikasi, sebab kalau duplikasi nanti terlalu banyak jumlah beras yang diterima. Nah nantinya dampaknya dijual dan lain sebagainya,” lanjutnya.
Barnas menegaskan, dirinya menginginkan adanya pemerataan penerima bantuan serta bantuan dapat tersalurkan kepada sasaran yang tepat. Selain itu, agar pelaksanaan pemberian bantuan dapat berlangsung dengan cepat.
“Jadi artinya begitu datang dia tidak berlama-lama disini, jadi itu yang diharapkan dari kami. Mudah-mudahan Garut sejahtera, Garut memiliki sesuatu yang menyenangkan masyarakat dengan pelayanan publiknya,” katanya. (Nindi N)



.png)
























