GOSIPGARUT.ID — Puluhan warga dari Kelurahan Pakuwon dan Paminggir, Kecamatan Garut Kota, mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Senin (6/7/2026). Mereka menyampaikan aspirasi terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 yang dinilai belum transparan, terutama pada proses seleksi jalur Domisili dan Afirmasi di SMP Negeri 1 Garut.
Warga mempertanyakan hasil seleksi setelah sejumlah calon peserta didik yang berdomisili di sekitar SMPN 1 Garut tidak dinyatakan lolos pada tahap kedua penerimaan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme penilaian dan verifikasi yang diterapkan dalam proses seleksi.
Salah seorang perwakilan warga berinisial RS mengatakan, kedatangan mereka bertujuan memperoleh penjelasan langsung dari Dinas Pendidikan Kabupaten Garut agar masyarakat memahami dasar penetapan peserta didik yang diterima.
“Kami datang untuk meminta penjelasan. Banyak anak-anak dari wilayah Pakuwon yang jaraknya sangat dekat dengan SMPN 1 Garut justru tidak diterima pada tahap kedua pendaftaran,” ujar RS di sela-sela aksi.
Menurut dia, pelaksanaan SPMB seharusnya tidak hanya mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengetahui secara jelas proses seleksi yang berlangsung. Dengan demikian, hasil penerimaan dapat dipahami dan diterima secara terbuka oleh seluruh pihak.
Karena itu, warga meminta Dinas Pendidikan mempublikasikan dasar penilaian, mekanisme seleksi, hingga proses verifikasi yang digunakan dalam menentukan calon peserta didik yang diterima pada jalur Domisili maupun Afirmasi.
“Kami bukan menolak aturan, tetapi meminta transparansi. Kalau memang ada aturan dan penilaian tertentu, sampaikan secara jelas kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kecurigaan,” kata perwakilan warga lainnya.
Warga berharap keterbukaan informasi tersebut dapat menghilangkan berbagai spekulasi yang berkembang sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan SPMB. Menurut mereka, transparansi merupakan bagian penting dalam mewujudkan proses penerimaan peserta didik yang akuntabel dan berkeadilan.
Aksi penyampaian aspirasi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Setelah menyampaikan tuntutan, warga meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Garut segera memberikan penjelasan resmi agar polemik terkait hasil seleksi SPMB 2026, khususnya di SMP Negeri 1 Garut, tidak berlarut-larut.
Hingga berita ini ditulis, Dinas Pendidikan Kabupaten Garut belum memberikan keterangan resmi terkait aspirasi yang disampaikan warga. Redaksi masih berupaya menghubungi pihak Dinas Pendidikan maupun SMP Negeri 1 Garut untuk memperoleh konfirmasi dan penjelasan sehingga pemberitaan dapat disajikan secara berimbang. (Yuyus)



.png)














