Berita

Desa Panggalih Usulkan Bantuan Peningkatan Jalan ke Pemprov Jabar Senilai Rp3,9 Miliar

×

Desa Panggalih Usulkan Bantuan Peningkatan Jalan ke Pemprov Jabar Senilai Rp3,9 Miliar

Sebarkan artikel ini
Jalan desa di Blok Tiwugenteng, Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, yang diusulkan untuk mendapat bantuan peningkatan kualitas jalan ke Pemprov Jabar. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, saat ini tengah mengusulkan bantuan peningkatan kualitas jalan desa kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat senilai Rp3,9 miliar. Usulan tersebut kabarnya akan direalisasi pada tahun anggaran 2024.

Kepala Desa Panggalih, Wahyu, mengakui bahwa pihaknya sudah menyampaikan proposal bantuan peningkatan jalan itu pada tanggal 23 Februari 2023 lalu. Judul kegiatannya adalah peningkatan kualitas jalan desa untuk aktivitas ekonomi (pertanian dan wisata) di Blok Tiwugenteng.

“Alhamdulillah, proposalnya sudah direspon oleh Bapak Gubernur, kalau tidak aral melintang bantuan akan turun pada tahun anggaran 2024 melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Provinsi (APBDP),” kata dia, saat dihubungi Sabtu (10/6/2023).

Baca Juga:   495 Rumah di Samarang dan Pasirwangi Rusak Akibat Gempa Aktivitas Sesar Garsela

Wahyu menambahkan, panjang jalan yang diusulkan untuk ditingkatkan kualitasnya yaitu 6000 meter (6 kilometer), dengan lebar 2,5 meter. Pada jalan sepanjang itu nantinya akan dilakukan pembuatan drainase, pekerjaan tanah dan geosintetik, perkerasan berbutir, serta perkerasan aspal.

“Total nilai anggaran yang diusulkan sebenarnya mencapai Rp3.927.526.042,” terang dia.

Wahyu mengatakan, jalan desa di Blok Tiwugenteng kondisinya sangat memprihatinkan, sehingga arus transportasi sangat terganggu untuk kenyamanan pengguna jalan, dan dikhawatirkan terjadinya kecelakaan.

Baca Juga:   Dapatkan Komisi Tambahan dengan Join Afiliator Unicharm Indonesia

“Dengan peningkatan kualitas jalan diharapkan nantinya dapat memperlancar arus lalu lintas dan arus ekonomi masyarakat, karena keberadaan jalan Blok Tiwugenteng itu adalah satu-satunya jalan yang digunakan masyarakat sebagai akses ekonomi,” paparnya.

Wahyu juga mengatakan, bahwa keberadaan jalan di Blok Tiwugenteng itu juga sebagai akses ke perkebunan teh, di mana secara ekonomis perlu dikembangkan dan dioptimalkan sebagai pendongkrak ekonomi sehingga bisa tercipta lapangan kerja baru. ***

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *