Berita

Kapolres Garut Minta Dua Perampok Dana BOS yang Masih Buron Segera Menyerahkan Diri

×

Kapolres Garut Minta Dua Perampok Dana BOS yang Masih Buron Segera Menyerahkan Diri

Sebarkan artikel ini
Kapolres Garut AKBP Rio Wahyu Anggoro, saat memberikan keterangan dalam pres rilis kasus perampokan dana BOS dengan modus gembos ban di perkotaan Garut.

GOSIPGARUT.ID — Kepala Kepolisian (Polres) Garut, AKBP Rio Wahyu Anggoro, meminta dua dari empat perampok dana BOS milik salah satu sekolah swasta di Garut yang masih buron, segera menyerahkan diri. Jika tidak, ditandaskan Kapolres, pihaknya akan mengambil tindakan tegas.

“Kami sudah tahu keberadaan mereka di mana. Kami sarankan keduanya segera menyerahkan diri. Kalau tidak, kami akan melakukan tindakan tegas,” ujar dia, Selasa (28/2/2023).

Rio menuturkan, pihaknya sudah mengetahui keberadaan Andi dan Zagot — dua dari empat perampok dana BOS dengan modus gembos ban di perkotaan Garut, yang masih buron. Terhadap keduanya, aparat Polres Garut kini tengah melakukan pengejaran.

Sebelumnya, jelas dia, pihaknya sudah berhasil meringkus dua perampok lainnya yang bernama Nasri dan Rian. Keduanya ditangkap di wilayah Bandung, pada Minggu (26/2/2023). “Kepada mereka kami melakukan tindakan tegas dan terukur karena melakukan perlawanan,” kata Rio.

Baca Juga:   Kapolres Garut yang Baru Getol Bersilaturahmi, Kini dengan Kalangan Ulama

Pelaku nyamar jadi pegawai negeri

Dalam kasus perampokan dana BOS sebesar Rp160 juta milik SD Prima Insani Garut dengan modus gembos ban itu, perampok melancarkan aksinya dengan mengintai korban di dalam bank terlebih dahulu. Mereka menyamar jadi pegawai negeri.

Aksi perampokan tersebut dilakukan oleh empat orang yakni Akbar alias Nasri, Sofyan alias Rian, Andi serta Zagot asal Sumatera, pada Senin (20/2/2023) lalu di Jalan Papandayan Kecamatan Garut Kota.

Kapolres mengatakan, peristiwa bermula saat Kepala SD Prima Insani sedang mengambil uang di Bank Jabar Banten (BJB) Jalan Ahmad Yani Garut, dan telah diintai oleh komplotan ini.

Baca Juga:   KAI Properti Perbarui Dipo Jatinegara untuk Dukung Keandalan Operasional KA

Rio menambahkan, dalam aksinya keempat pelaku berbagi peran. Peran paling vital ada di Nasri, dia masuk ke bank dan memperhatikan calon korbannya. Nasabah yang terpantau hendak mengambil uang dalam jumlah banyak jadi sasaran.

“Pelaku yang ini masuk ke bank dan menyamar sebagai PNS. Dia masuk lengkap menggunakan baju ASN,” tutur Rio.

Ia melanjutkan, korban yang terpantau membawa uang dengan jumlah banyak kemudian diikuti. Nasri kemudian memberitahu kabar itu ke Rian, Andi, dan Zagot yang standby di luar.

Baca Juga:   Prihatin Warga Dilanda Kekeringan, Kapolres Garut Perintahkan Polsek Bayongbong Salurkan Air Bersih ke Cigedug

Salah satu pelaku lain kemudian berhasil mengidentifikasi mobil yang dipakai korban. Pelaku menyimpan paku di ban mobil supaya bannya kempes.

Setelah korban melajukan kendaraannya sejauh satu kilometer dari bank, tepatnya di Jalan Papandayan, dia merasakan bahwa ban mobilnya kempes. Korban pun lalu menghentikan kendaraannya untuk memeriksa ban.

“Di situlah pelaku melakukan aksinya. Pelaku mengambil uang tunai Rp160 juta yang baru diambil dari bank dan disimpan di jok mobil,” papar Rio seraya menyampaikan setelah uangnya diambil perampok pihak sekolah kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Garut. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *