GOSIPGARUT.ID — Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Garut, Wawan Nurdin, mengatakan sekarang tidak ada lagi “desa tertinggal” di kabupaten penghasil dodol ini. Justru sebaliknya, kini Garut sudah memiliki 70 “desa mandiri”, sisanya adalah desa berkembang dan maju.
“Alhamdulillah desa mandirinya sudah 70 dan yang lainnya adalah masih berkembang dan maju. Mudah-mudahan untuk tahun 2023 desa mandiri di Kabupaten Garut bisa 50 persen dari jumlah desa yang ada,” kata dia, usai menerima penghargaan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDT) atas komitmen dan kerja keras Bupati Garut dalam mendorong percepatan pembangunan desa, Selasa (18/10/2022) malam.
Wawan menambahkan, komitmen dan kerja keras Bupati Garut dalam mendorong percepatan pembangunan desa itu meraih hasil gemilang, sehingga seluruh desa di Kabupaten Garut mencapai status berkembang, maju, dan mandiri.
Selain kepada Bupati Garut, Mendes PDTT juga memberikan penghargaan kepada Kepala Desa Banjarsari, Kecamatan Bayongbong, Yolanda Oktavia, sebagai desa berstrata mandiri dengan nilai Indeks Desa Membangun (IDM) tertinggi. Sedangkan penghargaan Posyantek Kondang Teknologi, dari Desa Cigawir, Kecamatan Selaawi sebagai Juara 2 Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Berprestasi dalam Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna.
Berkaitan dengan penghargaan penghargaan untuk Posyantek, Wawan menjelaskan, bahwa berdasarkan Peratuan Menteri Desa (Permendes) Nomor 8 Tahun 2022 tentang Prioritas Dana Desa Tahun 2023 disebutkan bahwa prioritas utamanya adalah pemulihan ekonomi. Salah satunya yaitu dengan pemberian penyertaan modal bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Oleh karena itu, ia berharap ke depan semua kegiatan Posyantek ataupun teknologi tepat guna di Kabupaten Garut bisa bekerja sama dengan sub unit yang ada di BUMDes.
“Di mana pemulihan ekonomi ini juga diprioritaskan untuk pemberdayaan ataupun pemberian penyertaan modal bagi BUMdes, mudah-mudahan ke depan semua kegiatan Posyantek ataupun kegiatan teknologi tepat guna yang ada di Kabupaten Garut, khususnya mungkin yang di desa-desa ini sudah bisa bekerja sama, sebagai sub unit usaha daripada BUMDes kabupatennya,” ucap Wawan.
Ia menuturkan dalam pengembangannya, Posyantek Kondang Teknologi menerapkan kerja sama pentahelix dengan melibatkan pemerintah, pengusaha, akademisi, komunitas, hingga media.
Dalam Posyantek ini, imbuh Wawan, menghasilkan beberapa kegiatan usaha salah satunya pembuatan router internet untuk masyarakat.
“Dan untuk akademisinya yaitu bekerjasama dengan Universitas Parahyangan Bandung, dan menghasilkan beberapa kegiatan usaha di antaranya adalah pembuatan router internet untuk masyarakat, juga pembuatan pakan terpadu, dan banyak lagi kegiatan yang lagi diprogramkan. Mudah-mudahan untuk ke depan menjadi harapan bagi warga ataupun Posyantek di Kabupaten Garut,” katanya. (Yan AS)


.png)











