Berita

Pertalite Sulit Ditemukan di Talegong, Jikapun Ada Harganya Rp15 Ribu per Liter

×

Pertalite Sulit Ditemukan di Talegong, Jikapun Ada Harganya Rp15 Ribu per Liter

Sebarkan artikel ini
BBM dijual secara eceran dengan kemaran botol. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Pasca diumumkannya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), keberadaan pertalite di Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut, sulit ditemukan. Setiap pom mini di sepanjang jalan provinsi yang melintasi kecamatan itu tidak menyediakan pertalite, dan hanya menyediakan BBM jenis pertamax dengan harga yang relatif mahal.

“Kami menjual harga pertamax seharga Rp17 ribu per liter. Sementara untuk pertalite para pedagang di sini tidak menjualnya dengan alasan untuk mendapatkannya sangat sulit,” kata Agus, salah seorang pedagang BBM yang beroperasi di Jalan Raya Kecamatan Talegong, dihubungi Rabu (7/9/2022).

Ia menjelaskan, untuk mendapatkan BBM yang akan dijual lagi kepada warga di Kecamatan Talegong, pihaknya melakukan pembelian dari sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang ada di Kabupaten Bandung. Untuk pertamax SPBU-SPBU itu bisa melayani pembelian lewat jeriken, sementara untuk pertalite tidak.

Baca Juga:   320 Mahasiswa Unpas "Turun Gunung" ke Bayongbong Garut: Misi Membangun Desa Cerdas

“Untuk beli pertamax lewat jeriken masih bisa, tapi untuk pertalite tidak bisa,” tandas Agus. Dengan alasan itu, sambungnya, maka tak mengherankan jika kebanyakan pedagang BBM di Kecamatan Talegong tidak menjual pertalite.

Memang betul apa yang dikatakan Agus, dalam penyelusuran GOSIPGARUT.ID pada Rabu (7/9/2022), para pedagang BBM di sepanjang jalan provinsi di Kecamatan Talegong tidak ada yang menjual pertalite. Mereka hanya menjual pertamax dengan harga kisaran Rp 16.500 sampai Rp17 ribu per liter.

Baca Juga:   LRT Jabodebek Jadi Pilihan Mobilitas Masyarakat, Angkutan 2,31 Juta Pengguna di Bulan Juni

GOSIPGARUT.ID mencoba menanyakan kepada penjual BBM eceran yang menjual BBM dalam kemasan botol. Lagi-lagi mereka menggelengkan kepala ketika ditanyakan apakah mereka menjual pertalite. “Tidak ada Pak, kami hanya menjual pertamax,” kata pria yang mengaku bernama Cecep.

Lalu ia menyarankan agar GOSIPGARUT.ID menanyakan kepada salah seorang pedagang BBM yang berada di sekitar pasar Desa Sukamulya, masih di sepanjang jalan provinsi di Kecamatan Talegong. Kata Cecep, pedagang dimaksud memang suka menjual BBM jenis pertalite.

“Apakah yang dijual botolan itu BBM jenis petalite?” tanya GOSIPGARUT.ID waktu mendatangi jongko pedagang BBM di sekitar pasar Desa Sukamulya tersebut.

Baca Juga:   Pembangunan SMP di Talegong, Pemerintah Sudah Siapkan Dana Rp1,2 Miliar

Pedagang itu pun menjawab sambil membawa botol BBM kemasan satu liter dari rak jongkonya.

“Iya ini pertalite. Butuh berapa liter? Di sini tersedia banyak kok. Cuman harganya sedikit mahal yaitu Rp15 ribu per liter,” kata dia. Sayangnya pedagang itu tidak menjelaskan bagaimana pihaknya bisa dengan mudah memperoleh pertalite dari SPBU yang kata pedagang lainnya konon sulit didapatkan. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *