Berita

320 Mahasiswa Unpas “Turun Gunung” ke Bayongbong Garut: Misi Membangun Desa Cerdas

×

320 Mahasiswa Unpas “Turun Gunung” ke Bayongbong Garut: Misi Membangun Desa Cerdas

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKNT Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pasundan (Unpas) Bandung, saat dilepas di Pendopo Kabupaten Garut, Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota, Selasa (12/8/2025).

GOSIPGARUT.ID — Suasana Pendopo Kabupaten Garut, Selasa siang, 12 Agustus 2025, terasa lebih ramai dari biasanya. Di bawah langit musim kemarau yang terik, ratusan mahasiswa berjaket almamater hijau tua berbaris rapi, siap dilepas untuk sebuah misi: mengubah wajah desa.

Sebanyak 320 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pasundan (Unpas) Bandung akan menghabiskan sepuluh hari di Kecamatan Bayongbong. Mereka menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dengan tema “Membangun Desa Cerdas Mencetak Generasi Unggul”.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Asep Wawan Budiman, yang hadir langsung melepas rombongan, memberikan pesan sederhana tapi tegas: manfaatkan ilmu, berikan inspirasi.

“Di Bayongbong ada 14 SMP, 55 SD, dan 45 Paudikmas. Jadikan itu ladang pengabdian. Sedikit banyak, kalian bisa memengaruhi keberadaan pendidikan di sana, terutama di tujuh desa yang akan dikunjungi,” ujar Asep di hadapan mahasiswa.

Baca Juga:   Rumah Mewah di Garut Dijaga Ular Pyton Besar, Banyak Orang Mengira Itu Sebuah Patung

Ia menekankan pentingnya etika dan teladan. “Saya yakin kalian adalah kaum intelektual. Sikap dan perilaku kalian akan ditiru warga. Tunjukkan bahwa kalian layak jadi panutan,” katanya, disambut anggukan mahasiswa yang sebagian menenteng ransel besar.

Kegiatan ini, lanjut Asep, diharapkan berjalan lancar, selamat, dan membawa manfaat bagi mahasiswa maupun masyarakat. “Anggap ini amal ibadah,” ucapnya.

Lima Program Unggulan

Ketua Pelaksana KKNT FKIP Unpas, Ida Yayu Nurul Hizqiyah, menjelaskan, KKN ini adalah implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi. Para mahasiswa tak hanya belajar dari masyarakat, tapi juga membawa solusi.

Baca Juga:   Bupati Garut Dukung Langsung Desa Pangauban di Ajang Anugerah Gapura Sri Baduga 2025

Ada lima program unggulan yang akan dijalankan:

1. Pengolahan sampah dengan teknologi biologi— mengubah limbah organik menjadi kompos.

2. Budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) — mendorong kemandirian kesehatan warga.

3. Peningkatan kapasitas UMKM — mengasah keterampilan bisnis pelaku usaha lokal.

4. Pelatihan digital marketing — memperluas pasar produk desa.

5. Pengembangan kreativitas UMKM berbasis pertanian — menambah nilai jual hasil bumi.

Selama sepuluh hari, para mahasiswa akan tersebar di tujuh desa: Pamalayan, Ciburuy, Cinisti, Hegarmana, Sukamanah, dan Karyajaya. Mereka didampingi tujuh Dosen Pendamping Lapangan (DPL) yang akan memandu implementasi program.

Ida Yayu berharap kehadiran para mahasiswa menjadi pemantik perubahan. “Kami ingin mereka menjadi fasilitator, membantu mencetak masyarakat unggul yang mampu bersaing di era global,” ujarnya.

Baca Juga:   SMAN 12 Garut Siap Menerima Siswa Baru, Klaim 100 Persen Gratis

Dari Desa, Untuk Masa Depan

Bayongbong, dengan lereng-lerengnya yang hijau dan udara pegunungan yang segar, akan menjadi laboratorium hidup bagi para mahasiswa. Selama di sana, mereka akan tidur di rumah warga, makan bersama, dan ikut dalam denyut kehidupan desa.

Bagi sebagian orang, sepuluh hari mungkin waktu yang singkat. Tapi bagi mahasiswa ini, itu adalah kesempatan untuk merajut hubungan, menyerap kearifan lokal, dan menanamkan benih perubahan yang bisa tumbuh lama setelah mereka kembali ke kampus. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel Iklan
Ade poniman
previous arrow
next arrow
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *