GOSIPGARUT.ID — Ada hal yang tidak biasa dilakukan pejabat setingkat kepala dinas di lingkungan Pemkab Garut saat meninjau sebuah lokasi di pelosok pedesaan. Saking pentingnya mengunjungi tempat dimaksud, sang kepala dinas ini tak hirau akan sulitnya medan yang harus ditempuh serta rasa capek yang mesti dirasakan akibat melakukan perjalanan dengan jalan kaki.
Seperti dilakukan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Garut, Wawan Nurdin, pada Rabu (10/8/2022). Karena merasa pentingnya untuk bisa sampai ke salah satu potensi wisata menarik di Desa Sukajaya, Kecamatan Cisewu, ia harus rela berjalan kaki sepanjang dua kilometer di atas kondisi jalan terjal dan licin yang tentunya kondisi tersebut cukup menguras tenaga serta melelahkan.
Untungnya Wawan Nurdin tidak sendirian. Tetapi dalam perjalanan jalan kaki dari ujung jalan roda empat sampai ke potensi wisata air panas itu, sang Kadis ditemani oleh dua stafnya, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kecamatan Cisewu Ojat Karnojat, dan Kepala Desa Sukajaya Pujarsono. Jadi, saat melaksanakan jalan kaki tersebut mereka tidak sampai kesepian karena bisa melakukannya sambil bercengkrama.
Menurut Wawan, dirinya sudah terbiasa melakukan jalan kaki ke sejumlah lokasi yang dikunjunginya, baik dalam rangka tugas kedinasan maupun dalam kegiatan lainnya. Maka tak heran jika dalam perjalanan ke potensi wisata air panas di Desa Sukajaya itu stamina Wawan cukup kuat dan mampu mengalahkan pejalan kaki yang usianya berada di bawahnya. “Stamina saya masih bisa diadu dengan yang usianya 40 tahunan,” ucap dia, setengah berkelakar.
Wawan juga mengakui sangat senang dengan adanya kegiatan jalan kaki itu. Lantaran di samping ia bisa melaksanakan tugas mengunjungi potensi daerah dengan cara blusukan ke pelosok, Wawan pun bisa melakukan olahraga secara gratis. “Tidak harus selalu dengan menggunakan kendaraan saat kita mengunjungi suatu tempat, tetapi bisa juga dengan jalan kaki sekalian berolahraga,” katanya.
Wawan menuturkan, datang ke desa paling timur di Kecamatan Cisewu itu karena diminta oleh Kepala Desa Pujarsono untuk meninjau potensi wisata menarik yang ada di Kampung Cipanas, Desa Sukajaya, berupa sumber air panas. Mengapa Wawan yang diminta datang ke sana? Memangnya garapan Kadis PMD ada korelasinya dengan potensi wisata?
“Pasti ada korelasinya, sebab pemberdayaan masyarakat itu bisa dilakukan dengan pengembangan desa wisata,” jawab Wawan. Lagi pula, tambah dia, selain sebagai Kadis PMD Wawan pun adalah Leader Project Ngumbara Lembur, di mana salah satu programnya yaitu pengembangan desa wisata yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
“Konsep Ngumbara Lembur sengaja dibuat untuk mengembangkan desa wisata dengan pendekatan pentahelix atau kolaborasi antarsektor, sebagai upaya percepatan peningkatan ekonomi daerah menuju ‘Desa Wisata Tangguh’,” papar Wawan.
Pola itu mewajibkan pemerintahan, akademisi, pengusaha, media, dan unsur lainnya bahu membahu berkolaborasi menciptakan potensi daerahnya menjadi desa wisata.
“Misal dari pemerintahan itu ada jalan infrastruktur, aksebilitas, kemudian dari akademisi membantu masyarakat dalam mencerdaskan ataupun menyadarkan tentang pariwisata, kemudian pengusaha ini yang mungkin akan bisa membantu desa dalam membangun pengembangan desa wisata,” kata Wawan.
Ngumbara Lembur, jelas dia, memiliki arti pindah (migrasi) ke lembur (desa). Dengan migrasi ini diharapkan seperti para tokoh, pejabat, pengusaha, atau investor yang ada di perkotaan bisa pindah ke desa dengan menginvesasikan uang atau kekayaannya di desa untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa.
“Dengan pola Ngumbara Lembur ini tidak menutup kemungkinan ada investor yang mau membeli tanah guna mengembangkan potensi wisata seperti di Cipanas Sukajaya ini. Untuk menuju ke arah sana, maka kita siapkan potensi wisatanya yang akan dikembangkannya dari sekarang,” ujar Wawan.
Ia menyebut, potensi wisata Cipanas yang ada di Desa Sukajaya, Kecamatan Cisewu, cukup menarik. Selain memiliki sumber air panas yang keluar dari perut bumi, juga memiliki panorama alam yang indah. “Hamparan sawah dan sungainnya cukup menawan,” kata Wawan.
Keberadaan Cipanas tidak jauh dari pusat Desa Sukajaya. Jaraknya kurang lebih lima kilometer, pada jalan sepanjang tiga kilometer pengunjung bisa menggunakan kendaraan roda dua dan empat. Namun pada jalan sepanjang dua kilometer, dari ujung jalan mobil sampai potensi wisata hanya bisa dilakukan dengan jalan kaki. ***



.png)











