Peristiwa

Anggota DPRD Garut Ngamuk di Ruang Rapat, Ketua Dewan: Itu Sedang Marah-marah Sendiri

×

Anggota DPRD Garut Ngamuk di Ruang Rapat, Ketua Dewan: Itu Sedang Marah-marah Sendiri

Sebarkan artikel ini
Tangkapan layar video aksi Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan bernama Juju Hartati (lingkaran merah), saat membantingkan mic berkali-kali dalam sebuah ruangan viral di media sosial.

GOSIPGARUT.ID — Anggota DPRD Kabupaten Garut, Juju Hartati mengamuk dan membanting mic berkali-kali. Emosi tak terkendali ini dilakukan anggota Fraksi PDIP itu lantaran ketua DPRD setempat dinilai tak aspiratif dan kurang menghargainya. Video anggota dewan ngamuk tersebut viral di media sosial.

Juju Hartati yang menjabat Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) membanting mic di meja berkali-kali di ruangan. Di tempat yang sama ada Ketua DPRD Kabupaten Garut Euis Ida Wartiah, beserta sejumlah anggota dewan lainnya bersama staf.

Ketegangan dalam ruangan tersebut berakhir setelah Juju dibawa ke luar oleh sejumlah anggota dewan lain. Saat dikonfirmasi, Juju Hartati yang juga tercatat sebagai anggota Komisi II DPRD Garut itu membenarkan bila dirinya telah mengamuk.

Juju Hartati mengungkapkan bahwa alasan ia marah-marah dipicu oleh sikap Ketua DPRD Garut yang dinilainya tak aspiratif dan menghargainya. “Benar tadi saya memang ngamuk di salah satu ruangan yang ada di gedung DPRD Garut. Saya kesal terhadap ketua dewan yang sama sekali tidak aspiratif dan tak menghargai orang lain,” ujarnya, Senin (25/7/2022) malam.

Baca Juga:   Kebakaran Landa Pabrik Arang di Garut, Butuh Waktu 4 Jam untuk Padamkan Api

Kekesalannya terhadap Ketua DPRD Garut Euis Ida Wartiah muncul begitu saja, setelah ia melihat sikap yang dinilainya sama sekali tak mencerminkan sebagai seorang pimpinan. Euis, kata Juju, dinilai meremehkan anggota dewan yang lain serta sama sekali tak mau menerima aspirasi dari masyarakat Garut.

“Saya mencoba memberikan laporan kepada Ketua DPRD Garut terkait Perda apa saja yang akan diselesaikan tahun 2022 ini. Adapun Perda yang akan diselesaikan untuk tahun ini ada tiga, yakni Perda tentang Pesantren, Perda tentang Nama Jalan, serta Perda tentang Pelestarian Domba Garut,” kata Juju.

Namun ketika membahas tentang Perda Pelestarian Domba Garut, sambungnya, Euis Ida Wartiah seolah tak mau menerima dan langsung memotong pembicaraannya dengan mengatakan peraturan tersebut tak penting. Padahal, jelas Juju, sebelumnya ketiga perda itu telah disepakati bersama karena memang dijaring dari aspirasi masyarakat.

“Ketiga perda ini sangat perlu dan merupakan aspirasi murni dari masyarakat. Selain itu ketiga perda ini juga sudah dibuat naskah akademiknya dengan biaya masing-masing Rp50 juta,” ucapnya.

Baca Juga:   Alhamdulillah, Satu dari Dua Anggota DPRD Garut Dinyatakan Sembuh Paparan Covid-19

“Tapi kenapa tiba-tiba mau dipatahkan oleh Ketua Dewan, ini kan penghamburan anggaran,” lanjut Juju.

Ia mengungkapkan bahwa pembuatan Perda tidak main-main karena selain membutuhkan waktu lama juga membutuhkan biaya yang tak sedikit. “Ketua DPRD Garut malah menanggapinya sambil makan. Ketua juga menyebut hal itu tak penting karena saat itu dia sedang membahas rencana pemberangkatan ke Bali,” kata Juju.

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan konsisten memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui ketiga Perda tersebut. “Apalagi naskah akademiknya saat ini tengah dibuat. Yang pasti saya ngamuk karena kecewa dan menyayangkan sikap Ketua DPRD yang bertindak seenaknya dan tak menghargai aspirasi rakyat,” ujar Juju.

Ketua Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Garut Euis Ida Wartiah menganggap marahnya anggota dewan saat rapat Banggar merupakan hal yang tidak jelas. Ia juga mengatakan bahwa pada saat kejadian yang videonya ramai diperbincangkan itu kondisi rapat sudah selesai.

Baca Juga:   Anggota DPRD Garut Dilaporkan ke Polda Jabar Terkait Ancaman Pembunuhan Via Watsapp

Ida menandaskan bahwa yang menggebrak meja menggunakan microphone, Juju Hartati Fraksi PDI-Perjuangan, bukan anggota Banggar. “Kalau di video ibu Juju lagi gitu-gitu (gebrak meja dengan microphone) kitakan di sana sedang ngobrol,” kata Euis, Selasa (26/7/2022)

“Itu mungkin ibu Juju sedang marah-marah sendiri saja tidak ada acara dengan Raperda,” sambungnya.

Euis mengatakan, saat ini ada tiga Raperda inisiatif dari DPRD, yang pertama ialah Raperda Pesantren. “Kalau Raperda soal pelestarian Domba Garut sedang dibuat naskah akademiknya, terakhir ialah raperda penamaan jalan di Garut,” tuturnya.

Ditemui terpisah Juju Hartati menampik jika ia marah-marah tidak jelas kepada Ketua DPRD dan anggota Banggar Bahkan ia menangatang Ketua DPRD untuk membuka kamera CCTV.

“Ayoo kita buka (kamera) CCTV, di sana jelas ko saya awalnya gimana,” katanya seraya menjelaskan bahwa selama berada di ruangan Banggar banyak anggota dewan lain dan sekertaris dewan (sekwan) yang hadir. (Sndn/JG)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *