GOSIPGARUT.ID — Liga Desa Kabupaten Garut Tahun 2022 memasuki putaran 18 besar. Bupati Rudy Gunawan membuka resmi kick off putaran 18 besar itu di Stadion Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Sabtu (11/6/2022).
Dari 18 klub (desa) yang masuk pada putaran 18 besar itu, ada tiga kecamatan yang memiliki dua klub sebagai jagoannya, yakni Kecamatan Tarogong Kidul, Blubur Limbangan, dan Cikajang.
Dua desa dari Kecamatan Tarogong yang masuk putaran 18 besar masing-masing adalah Haurpanggung dan Jayaraga. Sementara dari Kecamatan Blubur Limbangan adalah Desa Limbangan Barat dan Simpen. Sedangkan dari Kecamatan Cikajang adalah Desa Padasuka dan Cibodas.
12 klub lainnya yang masuk putaran 18 besar Liga Desa Kabupaten Garut Tahun 2022 adalah: Desa Mekarjaya Kecamatan Tarogong Kaler, Desa Sukamanah Kecamatan Bayongbong, Desa Sukarasa Kecamatan Samarang, Desa Sukawargi Kecamatan Cisurupan, Desa Cimaragas Kecamatan Pangatikan, dan Desa Mekarwangi Kecamatan Sukawening.
Kemudian Desa Ciburial Kecamatan Leles, Desa Karangmulya Kecamatan Kadungora, Desa Purbayani Kecamatan Caringin, Desa Margalaksana Kecamatan Bungbulang, Desa Pamalayan Kecamatan Cikelet, dan Desa Karyamukti Kecamatan Cibalong.
Saat membuka kick off putaran 18 besar Liga Desa Kabupaten Garut Tahun 2022, Bupati Rudy Gunawan meyakini, kompetisi liga desa merupakan salah satu cara untuk menjaring generasi Kabupaten Garut untuk menjadi generasi pemain sepak bola andalan nasional.
Ia juga merasa percaya diri, menyusul akan segera memiliki stadion megah yang bisa menampung ribuan penonton, yaitu Stadion RAA Adiwijaya.
“Insya Allah Hari Ulang Tahun Kabupaten Garut yang ke-210 Pemerintah Kabupaten Garut akan menyediakan anggaran untuk mengundang juara Liga 1 tahun 2021-2022 kemarin untuk bertanding juara 1nya dengan Persib Full dibiayai oleh APBD di stadion Kanjeng Dalem (Adiwijaya),” ujar Rudy.
Ia Garut berharap Liga Desa mampu membangkitkan gairah bagi persepakbolaan di Kabupaten Garut. Apalagi, kini sepakbola menjadi salah satu industri olahraga yang dituju oleh berbagai orang karena transfer pemainnya bisa mencapai miliaran bahkan triliunan rupiah.
Selain itu, Rudy juga berharap ada tim dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Garut maupun dari Persigar untuk mengamati para pemain yang bermain di Liga Desa ini.
“Tentu saya berharap selain daripada ada pengembangan minat dari desa-desa, juga ada tim baik dari PSSI maupun dari Persigar yang dapat melihat dan tentu memperhatikan mereka yang bermain baik selama Liga Desa,” harapnya. (Yan AS)



.png)
















