GOSIPGARUT.ID — Kantor Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, terancam ambruk. Kondisi bangunan ukuran 15 × 10 itu kini sudah retak-retak dan tidak berdiri tegak lurus lagi alias miring. Hal tersebut menimbulkan ketakutan kepada seluruh pegawainya, terutama jika sedang berada di dalam kantor.
“Kami merasa tidak tenang (was-was) jika sedang berada di kantor, takut kantor yang kondisinya sudah mengkhawatirkan tiba-tiba ambruk. Maka jangan heran jiga saban hari aktivitas kami sering kali di luar kantor untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,” kata Wahyu, Kepala Desa Panggalih, saat dihubungi Sabtu (16/4/2022).
Ia menjelaskan, bangunan kantor desa yang dibangun pada tahun 2015 itu berada di atas tanah labil. Tidak lama setelah dibangun, terjadi bencana pergerakan tanah pada lokasi yang dibangun kantor desa tersebut, maka tak pelak bangunan desa menjadi rusak. Tembok bangunan dan lantai retak-retak.
“Saat itu kepala desanya masih dijabat oleh Kades sebelum saya. Informasinya, oleh Kades lama dilakukan perbaikan terhadap gedung yang rusak dengan menggunakan dana infrastruktur pedesaan (IP). Bangunan desa sempat bagus. Tapi tidak lama kemudian terjadi lagi bencana pergerakan tanah,” jelas Wahyu.
Saat Kepala Desa Panggalih sudah berganti dari Holid kepada Wahyu, perbaikan bangunan kantor desa yang rusak gegara pergerakan tanah itu, menurut Wahyu, telah dua kali diperbaiki karena ditakutkan bangunan roboh. Yang pertama pihak pemerintah desa menggelontorkan dana perbaikan dari dana desa, dan yang kedua dari bantuan aspirasi anggota DPRD.
“Namun lagi-lagi, setelah dua kali perbaikan di saat saya menjabat kepala desa, bencana pergerakan tanah kembali terjadi. Dampaknya, tingkat kerusakan pada bangunan desa lebih parah. Selain seluruh tembok bangunan dan lantai retak-retak, juga berdirinya bangunan sudah tidak tegak lurus lagi alias miring,” ujarnya.
Tak cuma itu, dikatakan Wahyu, kondisi halaman kantor yang dibangun dari paping blok juga mengalami kerusakan parah karena tanahnya jadi bergelombang setelah bencana pergerakan tanah yang paling akhir terjadi di bulan Maret 2022.
“Kami sudah tidak punya dana lagi untuk memperbaiki kantor desa yang rusak. Sementara dari dana desa sudah habis dialokasikan kepada pos kegiatan lain,” tutur Wahyu.
Menurut dia, pihaknya sudah melaporkan ke Pemkab Garut melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) mengenai rusaknya bangunan kantor Desa Panggalih. Kepala DPMD Garut, Wawan Nurdin, menginstruksikan agar pihaknya segera mengirimkan proposal bantuan dana pembangunan kantor desa itu kepada Bupati Garut.
“Keinginan saya, kantor Desa Panggalih bukan hanya dibangun melainkan harus direlokasi. Sebab jika tetap dibangun ditempat semula masih dibayangi bencana pergerakan tanah. Jika ada dananya untuk pembelian lahan, kami siap mencari tempat yang layak dan aman,” pungkas Wahyu.
Dihubungi terpisah, Kepala DPMD Garut, Wawan Nurdin, membenarkan jika pihaknya sudah menginstruksikan Kepala Desa Panggalih untuk segera mengirimkan proposal pembangunan kantor desa tersebut. Proposal ditujukan kepada Bupati Garut melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman.
“Sudah saya instruksikan ke Pak Kades agar segera mengirimkan proposal pembangunan kantor desa ke Pemkab Garut. Insya Alloh saya akan mengawal proposal tersebut,” katanya. ***



.png)







