GOSIPGARUT.ID — Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, sejak Senin (26/5/2025) siang hingga malam menimbulkan pergeseran tanah di Kampung Ragamukti, Desa Sirnajaya. Akibat kejadian itu, pagar dan tembok penahan tebing (TPT) SDN 2 Sirnajaya terancam ambruk.
Berdasarkan hasil pengecekan personel Polsek Pasirwangi di lapangan, retakan tanah yang disebabkan pergeseran tanah itu memiliki panjang sekitar 24 meter dan lebar 2 meter. Jika kondisi ini terus berlanjut, dikhawatirkan akan menyebabkan kerusakan serius pada tembok pagar dan TPT sekolah.
Kapolsek Pasirwangi, Iptu Wahyono Aji, menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah langkah, seperti menutup akses ke lokasi retakan tanah untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dan memberikan edukasi kepada warga sekitar agar tetap waspada terhadap potensi bencana di musim penghujan.
“Alhamdulillah, dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa. Kerugian akibat potensi kerusakan tersebut diperkirakan mencapai Rp150 juta, Namun kami imbau warga tetap waspada dan segera melaporkan jika terjadi pergerakan tanah lanjutan,” ujar dia.
Wahyono menambahkan, pihak Polsek Pasirwangi telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk perbaikan TPT dan pagar sekolah yang terancam roboh sebagai upaya pencegahan terhadap kerusakan lebih lanjut. ***


.png)












