GosipGarut.id — Pascamelakukan aksi unjuk rasa di halaman gedung DPRD Garut pada Kamis (20/12/2018), puluhan aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Bersatu (KMB), menginap di halaman kantor wakil rakyat Jalan Patriot itu. Mereka memasang dua tenda ukuran besar tepat di pintu masuk gedung DPRD.
Rencananya, mereka akan menginap di sana hingga pimpinan DPRD dan Bupati Garut bersedia menerima audensi. Koordinator aksi, Abu Musa mengatakan, aksi nginep di depan gedung DPRD akan dilakukan hingga Rabu mendatang (26/12/2018). Pihaknya sudah memberitahu pihak Sekretariat DPRD terkait rencana nginep tersebut.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Setwan tentang kegiatan menginap di tenda ini hingga Rabu mendatang atau sampai bertemu dengan pimpinan, anggota DPRD dan Bupati Garut.” kata Abu, Jum’at (21/12/2018).
Ia mengaku kecewa saat aksi unjuk rasa yang dilakukannya Kamis siang (21/12/2018), karena tidak ada satu pun anggota dewan yang bersedia menemuinya. Padahal, pihaknya sudah memberitahu sebelumnya kepada pihak Sekwan.
“Makanya atas dasar ketidakhadiran anggota, pimpinan DPRD dan Bupati, kami sepakat akan nginep di sini hingga tanggal 26 Desember mendatang dan kami juga akan melakukan aksi yang lebih besar lagi pada Rabu siangnya,” ujar Abu.
Diberitakan sebelumnya, ratusan orang yang tergabung dalam KMB melakukan aksi unjuk rasa pada Kamis (20/12/2018). Selain berorasi, mereka juga menumpahkan satu truk sampah dan membakar ban bekas di depan halaman Gedung DPRD Garut.
Unjuk rasa itu dilakukan sebagai protes kebijakan Bupati dan DPRD yang selama ini mereka menilai tidak berpihak pada rakyat. Karena kesal tidak ada satu pun anggota dewan yang menerima, pengunjuk rasa akhirnya mencegat truk sampah. Kemudian menggiringnya masuk ke halaman Gedung DPRD dan menyuruh awak truk untuk menurunkan seluruh sampah yang dibawanya. (Dindin Herdiana)



.png)














