GOSIPGARUT.ID — Sekretaris Utama (Sestama) Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Mayjen TNI Dedi Sambowo menyatakan, Garut merupakan daerah dengan potensi radikalisme yang tinggi serta memiliki sejarah sebagai basis dan embrio Negara Islam Indonesia (NII).
Ia mengungkapkan, paham NII yang tumbuh di Garut tidak pernah padam sehingga harus terus diwaspadai dan diantisipasi. “Sehingga kita juga mempunyai kewajiban untuk tetap menjaga bagaimana anak-anak dan masyarakat kita jangan sampai terpengaruh oleh ideologi-ideologi di luar dari ideologi Pancasila,” jelas Dedi.
“Inilah yang menjadi salah satu alasan kegiatan ini kita laksanakan di sini selain memang agenda kita tahun 2022 dimulai dari Jawa Barat yang kebetulan ditetapkan di Garut,” tambah dia.
Mantan Komandan Satuan Induk Badan Intelijen Strategis (Dansatinduk Bais) TNI ini menjelaskan, tindakan tegas pemerintah setempat menjadi pelajaran yang baik bagi daerah lain. Dia menjelaskan, sejatinya ancaman paham seperti NII ini memerlukan kebijakan yang sinergis dan komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder dan komponen masyarakat.
Pada acara Silaturahmi dan Dialog Kebangsaan BNPT RI bersama Forkopimda, tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam rangka pencegahan paham radikal terorisme di Kabupaten Garut, Dedi menjelaskan Pemkab Garut telah melakukan respon yang cepat, sistematis dan komprehensif.
Terlebih, adanya Surat Edaran Nomor 451 tentang imbauan peningkatan kewaspadaan dalam rangka mencegah penyebaran paham radikalisme yang mengarah pada terorisme di Kabupaten Garut sebagai respon maraknya gerakan radikal intoleran NII.
“Kebijakan yang dilakukan Pemkab Garut tersebut tentunya dapat mendorong peningkatan deteksi dini mulai di tingkat kecamatan hingga desa dengan melibatkan tiga pilar desa yakni Kepala Desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas yang turut didukung oleh tokoh agama dan juga tokoh masyarakat,” ujar dia.
Menurut Dedi, Garut merupakan bagian dari Jawa Barat yang merupakan salah satu wilayah sinergi atau sasaran BNPT dalam kegiatan silaturahmi dan dialog kebangsaan sebagai upaya pencegahan paham radikalterorisme. Selain Jawa Barat, masih ada empat provinsi lain di Indonesia yang menjadi wilayah sinergi BNPT, yakni Sulawesi Tengah, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). (ROL)



.png)












