GOSIPGARUT.ID — Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Serikat Petani Pasundan (SPP), Yudi Kurnia, SH, MH mengecam tindakan Bupati Garut, Rudy Gunawan beserta sejumlah tenaga kesehatan (nakes) RSUD dr Slamet yang bersukaria di sebuah pantai di Lombok dan videonya viral di aplikasi Tiktok.
Menurut dia, tindakan Bupati Rudy Gunawan itu, sungguh sangat keterlaluan dan melukai hati masyarakat yang tengah dilanda bencana musibah banjir bandang.
“Sangat disesalkan melihat video Bupati Garut yang sedang sukaria main Tiktok di Lombok, padahal situasi Kabupaten Garut sedang berduka karena banjir. Bupati dan pejabat RSUD sungguh sangat keterlaluan dan sangat melukai hati dan perasaan rakyatnya sendiri karena lebih mementingkan wisata daripada sibuk ngurusin rakyat yang sedang berduka karena bencana banjir bandang,” ujar Yudi.
Ia juga mempertanyakan, apa urgensinya tempat evaluasi anggaran RSUD dr Slamet sampai harus dilakukan di Lombok, sementara rakyat sedang kesulitan karena bencana banjir bandang yang baru beberapa hari terjadi. Lalu, pandemi Covid-19 belum berakhir sehingga pemerintah pusat mengintruksikan untum efisiensi anggaran.
“Sementara Bupati dan pejabat RSUD malah melakukan pemborosan dengan menghambur-hamburkan anggaran dalam situasi ekonomi rakyat sedang kesulitan,” ucap Yudi.
Ia menilai bahwa jawaban Bupati Rudy Gunawan atas kritik Ketua DPC PDIP Garut dengan memuji-muji kinerja RSUD dr Slamet, sebagai tindakan pembenaran padahal kinerja rumah sakit tersebut amburadul.
“Faktanya kinerja RSUD dr Slamet Garut amburadul, mulai dari manajemen, pelayanan, sampai penataan lingkungan dan kebersihan yang kelihatan kumuh. Hal ini akibat dari kepemimpinan RSUD yang lemah, serta kurangnya pengawasan baik dari Pemkab maupun DPRD Kabupaten Garut,” jelasnya. (Ai Respati)



.png)











