Budaya

Mahasiswa Uniga Pahamkan Masyarakat Tentang Isu Negatif Vaksin

×

Mahasiswa Uniga Pahamkan Masyarakat Tentang Isu Negatif Vaksin

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Uniga peserta KKN Tematik di Desa Cipaganti, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut. (Foto: Yuyus YS/GosipGarut)

GOSIPGARUT.ID — Desa Cipaganti Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, selama satu bulan ini dkunjungi oleh Mahasiswa Universitas Garut (Uniga). Pengabdian pada masyarakat yang bertajuk KKN Tematik yang diisi dengan berbagai program pro masyarakat.

Desa ini berdekatan dengan gunung aktif, Gunung Papandayan, sering dijadikan penelitian oleh mahasiswa dari luar negeri khususnya meneliti hewan sipemalu kukang. Bahkan desa berpotensi desa wisata.

Salah satu program Mahasiswa Garut dalam KKN Tematik yang mendapat sambutan warga Cipaganti, Cisurupan, adalah seminar sehari tentang menangkal isue negatif tentang vaksin. Isue negatif yang beredar di masyarakat adanya vaksin palsu, halal haramnya menggunakan vaksin. Semua dikupas tuntas dalam seminar yang diselenggarakan oleh KKN kelompok 35 Uniga.

Baca Juga:   175.766 Siswa Baru di Garut Mengikuti MPLS Melalui Webinar

Mahasiswa yang mengenal daerah ini, daerah yang berpotensi desa wisata ini, karena ekologi hewan kukang disertai pemandangn indah tersebut menghadirkan pemateri Riza Apriani S.Si M.Si, ahli dalam penyuluhan vaksin.

Penyuluhan untuk kesadaran masyarakat terhadap Vaksin bagi anak maupun orang dewasa sebagai pencegahan terhadap serangan penyakit yang dewasa ini sering mewabah misalnya campak.

Baca Juga:   Pemerhati Sebut Sejarah Rakeyan Sancang Masih Dipenuhi Mitos, Bukan Fakta Ilmiah

Selain itu, seminar ini memahamkan Cipaganti akan ciri-ciri jenis vaksin asli dan vaksin palsu. Juga dikaitkan manfaatnya vaksin bagi imun tubuh manusia pada umumnya. Intinya, pelurusan isue tentang vaksin karena itu tidak berbahaya bahkan bagus untuk kekebalan tubuh.

Dua orang mahasiswa yang bertugas protokol, Resti Ayu Pratiwi dan Dede Suryadi, saat ditemui selesai seminar menjelaskan seminar ini diisi penyuluhan tentang pentingnya penerangan jalan umum yang mendatangkan dosen pengampu elektronik, Akhmad Fauzi Ihsan MT.

Seminar itu pun sekaligus mendemokan teknis merangkai alat penerangan jalan umum (PJU) yang bersumber sinar atau cahaya matahari. Setidaknya akan menghemat energi listrik.

Baca Juga:   Mahasiswa Uniga Donasikan 1000 Masker untuk Kalimantan dan Riau

Kepala Desa Cipaganti, Cucu Sukartini menyambut antusias seminar ini karena akan membuat desa menjadi “betah”. Masyarakat paham akan pentingnya vaksin juga tertarik demo merangkai PJU yang bersumber matahari.

“Kehadiran peserta dari RW 01 sampai 06 akan melengkapi penyebarluasaan kepada masyarakat yang lainnya,” tutur dia. (Yuyus YS)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *