Berita

Cegah Kerugian Pedagang Kecil, Mahasiswa Garut Bentuk Satgas Antikasbon

×

Cegah Kerugian Pedagang Kecil, Mahasiswa Garut Bentuk Satgas Antikasbon

Sebarkan artikel ini
Anggota Tim Satgas Antikasbon sedang mendata dan memberikan penyuluhan kepada pemilik warung agar terbebas dari para pengutang. (Foto: Yuyus YS/GosipGarut)

GOSIPGARUT.ID — Tim Satgas Antikasbon yang dibentuk mahasiswa Universitas Garut ditugaskan untuk terjun ke masyarakat. Tujuannya untuk mengantisipasi kerugian para pemilik warung dari pembeli yang ngutang.

Tim Satgas anti Kasbon dibentuk mahasiswa Uniga kelompok 61 yang tengah melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) di Desa Cintaasih, Kecamatan Samarang.

Jubir KKN 61 Uniga, Hakim Ghani, mengatakan, Tim Satgas Antikasbon dibentuk untuk menghindarkan para pemilik warung dan toko kelontongan dari kerugian yang disebabkan para pembeli yang mengutang.

Baca Juga:   Privasi, Keamanan, dan Bunga 0%: Strategi deGadai Hadapi Persaingan Industri Gadai

“Jadi kita berikan pemahaman tentang pentingnya pembukuan di setiap usaha. Baik itu warung kecil maupun toko. Tujuannya untuk menghindari kerugian para pedagang,” ujar dia kepada wartawan di Desa Cintaasih, Minggu (27/01/2019).

Menurut Hakim, Satgas Antikasbon dibentuk sejak Senin lalu (14/01/2019). Anggota tim satgas ini berisi sejumlah mahasiswa Uniga dari fakultas ekonomi yang mahir dalam bidangnya.

Dalam melaksanakan tugasnya, Tim Satgas Antikasbon berkeliling ke warung-warung di pemukiman masyarakat dan melakukan sosialisasi kepada para pemilik warung.

Baca Juga:   SDN Sirnasari 2 Samarang Kehilangan Sejumlah Barang Elektronik, Pencurinya Berhasil Dibekuk

“Kita beritahu bagaimana ngitungnya, bagaimana cara membukukannya. Intinya ini untuk mencegah kerugian para pedagang akibat pembeli yang ngutang,” ujarnya.

Salah seorang anggota Tim Satgas Antikasbon tengah berpose dengan salah seorang pemilik warung. (Foto: Yuyus YS/GosipGarut)

Program ini disambut baik para pemilik warung. Hakim menambahkan, pihaknya berharap para pemilik warung bisa lebih rapi dalam menata keuangan warungnya.

“Kita ada sedikit ilmu tentang ekonomi. Tidak ada salahnya jika kita bagikan ilmunya ke masyarakat,” katanya.

Baca Juga:   Mahasiswa Uniga Pahamkan Masyarakat Tentang Isu Negatif Vaksin

Selain Tim Satgas Antikasbon, mahasiswa Uniga juga membentuk Tim Satgas Antiruntah (sampah). Menurut Hakim, tim tersebut bergerak di bidang kesehatan dan kebersihan.

“Kalau yang sampah itu jadi kita sadarkan masyarakat untuk lebih mencintai lingkungan. Kita juga berikan ilmu tentang pengolahan sampah agar bisa jadi penghasilan sampingan,” kata dia. (Yuyus YS)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *