Berita

Pemkab Garut Tetapkan Wilayah Utara Sebagai Daerah Penghasil Jagung

×

Pemkab Garut Tetapkan Wilayah Utara Sebagai Daerah Penghasil Jagung

Sebarkan artikel ini
Area Pertanian Jagung di Kampung Cimareme, Desa Tegalgede, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut (Foto: Dok. Diskominfo)

GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut akan menetapkan Garut utara sebagai daerah pengahasil jagung. Karena, berdasarkan statistik, beberapa daerah di Garut Utara merupakan sentral perkebunan jagung.

“Kami akan kembangkan ini nanti di utara, karena sebenarnya berdasarkan statistik utara itu ya Limbangan, Banyuresmi, sampai dengan Malangbong itu (merupakan) sentral-sentral jagung. Garut ini akan ditetapkan sebagai daerah penghasil jagung,” kata Bupati Rudy Gunawan,

Ia menuturkan, akan ada gerakan besar-besaran yang dilakukan bersama Kementerian Pertanian dan Pemerintah Provinsi, serta menjalin kolaborasi dengan perbankan untuk meningkatkan perkebunan jagung di Kabupaten Garut, sebagai langkah untuk menjaga kualitas hasil panen sehingga harga jual semakin meningkat dan tidak alami kemerosotan.

Baca Juga:   Kepala Desa di Garut Belum Menerima SK Perpanjangan Masa Jabatan, Ini Alasannya

“Nanti kita akan diperluas tanaman jagung ini, jangan sampai nanti ketika panen raya harganya lembek dan merosot. Nanti kita akan ada gerakan besar bersama-sama antara Kementerian Pertanian, Pemkab Garut. Dan kemarin Pak Gubernur juga tertarik dengan hal ini, kita lakukan secara kolaborasi, termasuk juga dengan perbankan,” lanjut Rudy.

Selain itu, Rudy juga memaparkan skema pendanaan hingga sumber pendapatan yang akan diterima oleh para petani jagung. Benih jagung akan diperoleh secara gratis dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sehingga modal yang dikeluarkan petani akan berkurang. Selanjutnya untuk hasil panen akan dijual kepada PT. Charoen Pokphand, yang membayar secara langsung kepada bank.

Baca Juga:   Home Deco Expo Bali 2025 Siap Digelar, Lebih Besar dan Penuh Kejutan

“Pendanaan dilakukan, kalau benihnya dikasih dari APBN. Nah itu gratis, jadi cost petaninya berkurang. Ongkos kerja dipinjemin sama koperasi. Koperasi mendapatkan pinjaman dari bank. Hasil daripada jagung dijual kepada Charoen Pokphand. Charoen Pokphand bayarnya tidak langsung ke koperasi tapi langsung ke bank,” katanya. (Yan AS)

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *