GOSIPGARUT.ID — Saat musim hujan, jalan raya sepanjang kawasan industri PT Changsin di Desa Ciburial, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, rawan terkena banjir akibat luapan air drainase di sepanjang jalan tersebut. Akibatnya, sering terjadi kemacetan parah di jalur Garut — Bandung itu.
Mengantisipasi hal tersebut, kini di sepanjang jalur kawasan industri sedang dibangun gorong-gorong sepanjang 1,2 kilometer. Diharapkan dengan dibangunnya gorong-gorong itu bisa meminimalisir banjir di saat musim hujan.
“Ya kini sedang dilaksanakan pembangunan gorong -gorong oleh salah satu pemenang proyek sepanjang 1,2 kilometer. Kami dari pihak pemerintah Desa Ciburial ikut mengawasi, mengontrol, dan memberikan masukan agar proses pembangunan sesuai spek,” jelas Kepala Desa Ciburial, Dhani Wardan Pebrian, Jum’at (4/12/2020).
Lulusan Fakultas Pertanian Universitas Garut tersebut, memang dikenal vokal menyuarakan aspirasi masyarakat Desa Ciburial terutama yang masuk zona kawasan Industri PT Changsin yang memproduksi sepatu merk “Nike” itu.
Sebelum menjabat Kepala Desa Ciburial, Dhani yang aktif di Paralel (Paguyuban Rakyat Leles), Belantara, serta Walhi itu terus menuntut hak masyarakat di sekitar kawasan industri agar diprioritaskan melalui program CSR.
“Pembangunan gorong-gorong itu salah satu perjuangan aspirasi masyarakat. Selain galian C dan yang lainnya. Meski banyak tantangan saya tetap tidak akan mundur untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat apapun resikonya,” kata pria berusia 28 tahun itu.
Dituturkan Dhani, ia bersama-sama rekan-rekannya di Paralel, dulu juga pernah menolak aktifitas galian C yang berpotensi mengakibatkan banjir dan longsor yang mengancam warga RW 1 Desa Ciburial. Aksi penolakan kehadiran galian C tersebut sudah sampai ke DPR RI, namun sayang penolakan tersebut tidak membuahkan hasil.
“Kami khawatir aktifitas galian C tersebut mengakibatkan banjir dan longsor karena sudah ada pengalaman buruk, terjadi banjir dan longsor pada tahun 2000 bersamaan dengan longsor di Desa Mandalawangi Kecamatan Kadungora,” kata dia.
Untuk itu, tambah Dhani, pihaknya terus mengontrol dan mengawasi semua aktifitas pembangunan yang dilaksanakan di Kecamatan Leles, baik itu pembangunan industri maupun aktifitas galian C demi menjaga keselamatan masyarakat. (Respati)



.png)









