GOSIPGARUT.ID — Sepuluh tahun meninggalkan Kecamatan Garut Kota, Drs. Teten Sundara, M.Si yang dulu sebagai Sekretaris Camat (Sekmat) di kecamatan itu, kini pulang kandang dengan status camat. Pulang kandangnya Teten pun dengan berbekal konsep “Sehati” untuk menjalankan program kerjanya.
“Saya cukup lama meninggalkan Kecamatan Garut Kota. Mungkin karakter masyarakatnya sudah berbeda, situasi dan kondisinya sudah berbeda. Makanya saya bawa konsep Sehati. Mudah-mudahan masyakat Garut Kota yang beragam ini, bisa sejiwa, satu tujuan dan satu cita-cita,” kata Teten, usai serah terima jabatan dengan mantan Camat Garut Kota, Bambang Hafizd, Senin (15/06/2020) kemarin.
Ia menjelaskan, konsep “Sehati” yang akan dijalankan di wilayah kerja barunya itu kepanjangan dari “S” adalah sehat, dengan berpikir sehat, dan bertindak sehat. “E” empati, di dalam menjalankan tugas sebagai petugas itu harus memiliki rasa empati terhadap warga yang manapun. Lalu “Ha”, yakni harmonis. Artinya, antara langkah pemerintah dengan masyarakat harus ada keharmonisan.
“Keharmonisan misalnya dalam menjalani New Normal, masyarakat mematuhi aturan protokol kesehatan, dengan jaga jarak, pake masker dan lain lain. Lalu “T” adalah tawadhu,atau rendah hati, dan diakhiri dengan “I” yakni ikhlas. Tanpa keikhlasan program pemerinta dari A sampai Z tidak akan terbiayai. Saya yakin dengan kebersamaan, dengan kegotongroyongan masyarakat dan pemerintah, semua program bisa berjalan tanpa biaya,” tutur Teten.
Ia menjelaskan, konsep sehati ini akan difokuskan untuk penataan kawasan Pengkolan sebagai pusat keramaian yang merupakan kawasan pertokoan dan pusat perbelanjaan di Kota Garut. “Khusus Pengkolan, dulu ada tim, makanya sekarang pun saya akan berkoordinasi dengan Satpol PP Kabupaten, TNI, Polri, dan pihak lainnya,” tambah Teten.
Ia juga mengaku tertarik untuk melanjutkan program camat terdahulu melalui konsep “Sehati”-nya itu. (Yuyus)



.png)












