GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Desa Garumukti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, memberikan sembako bagi 1200 kepala keluarga (KK) terdampak penanganan pandemi virus corona, Selasa (7/4/2020).
Pembagian sembako yang melibatkan unsur Babinmas dan Babinsa tersebut dilakukan secara bertahap selama tiga kali pendistribusian.
Kepala Desa Garumukti, Ede Sukmana, mengatakan dampak penangan pandemi Covid 19 sudah menyasar masyarakat yang tadinya berekonomi mampu kini menjadi rentan miskin, akibat kehilangan mata pencaharian.
Apalagi mayoritas warga Desa Garumukti, kata dia, bekerja di luar daerah baik di Tangerang, Jakarta, Bandung, Depok, dan Bekasi. Sehingga untuk memutus penyebaran Covid 19 harus dilakukan isolasi selama 14 hari.
“Sembako yang diberikan kepada warga masyarakat di Desa Garumukti bertujuan agar warga yang terdampak dan harus isolasi mandiri bisa mematuhi protokol social distancing tanpa khawatir kekurangan bahan makanan. Karena, apa gunanya gedung megah tapi warganya sakit dan lapar,” ujar Ede.
Ia menjelaskan, sembako tidak hanya diberikan kepada warga lanjut usia (lansia), namun juga kepada seluruh warga yang terdampak penanganan pandemi Covid-19.
“Untuk mensukseskan pemutusan penyebaran Covid-19, kami menyediakan kebutuhan pangan bagi warga yang terdampak. Selain itu, memaksimalkan hasil pertanian, sayuran, peternakan, perikanan yang ada di Desa Garumukti agar mampu mencukupi kebutuhan pangan masyarakat,” papar Ede.
Ia mengatakan, selain memberikan sembako, pihaknya pun memberikan handphone kepada 27 RT yang ada di Desa Garumukti. Tujuannya agar seluruh RT bisa mengakses informasi dan pelaporan secara online.
“Desa Garumukti merupakan wilayah rawan bencana sehingga dibutuhkan alat komunikasi yang menyentuh lapisan terbawah agar memudahkan komunikasi dan informasi. Termasuk juga untuk membiasakan penggunaan teknologi informasi berbasis digital,” kata Ede.
Sebelumnya, di Desa Garumukti sudah dibagikan 3000 masker dan hand sanitizier bagi 3000 KK yang ada di desa tersebut.
Pembagian masker, hand sanitizier, dan sembako itu, dijelaskan Ede,berasal dari alokasi dana kompensasi desa dan bantuan dari perusahaan PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro) Bahtera yang beroperasi di Desa Garumukti. (Respati)



.png)











