GOSIPGARUT — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) berencana akan menjadikan kawasan Talaga Bodas di Kabupaten Garut, sebagai destinasi wisata yang tidak hanya menikmati keindahan alam dan kawah melainkan memiliki daya tarik baru yakni wisata pengamatan elang.
“Kita ingin kembangkan wisata Talaga Bodas ke depan tak hanya untuk melihat alam melainkan juga dikemas sebagai tempat pengamatan migrasi burung,” kata Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah III Ciamis, Andi Witria Rudianto usai melepasliarkan sepasang elang di hutan Talaga Bodas, Kabupaten Garut, Rabu (5/2/2020).
Ia mengatakan wisata Talaga Bodas sudah dikenal banyak masyarakat yang selama ini berkunjung untuk menikmati keindahan alam hutan, kawah dan pemandian air panas alami.
Kawasan hutan Talaga Bodas, kata Andi, tidak hanya memiliki keindahan alam tetapi menjadi habitat bagi satwa liar termasuk elang, bahkan selama ini menjadi tujuan migrasi elang di Asia. Wisata alam yang menjadi habitat elang itu, merupakan potensi baru untuk menjadikan Talaga Bodas sebagai wisata pengamatan burung elang.
“Wisatawan yang ke sini memiliki pilihan lain selain melihat keindahan alam, juga bisa melihat elang,” ujar dia.
Menurut Andi, wisata pengamatan burung akan memiliki daya tarik tersendiri yang berbeda dengan tempat wisata alam lainnya di Garut maupun daerah lainnya. Bahkan, lanjut dia, keberadaan elang itu akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Garut, khususnya ke Talaga Bodas yang berada di Kecamatan Wanaraja.
BKSDA, kata Andi, akan melakukan persiapan dan pembenahan tempat pengamatan, termasuk mengkaji waktu yang tepat bagi wisatawan untuk bisa mengamati migrasi elang di Talaga Bodas. “Tahun depan baru akan kita kembangkan, saat ini kita keterbatasan anggaran, kecuali kalau ada bantuan dari mitra bisa lebih cepat,” katanya.
Manajer Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK) Zaini Rakhman menambahkan, hasil survei di Talaga Bodas banyak burung raptor yang bermigrasi ke Talaga Bodas setiap tahunnya.
Ia mendukung adanya rencana BKSDA Jabar untuk menjadikan Talaga Bodas sebagai destinasi wisata pengamatan burung yang selama ini bermigrasi pada Oktober sampai Desember dan kembali lagi pada Maret dan April.
“Di Indonesia belum ada, Bali mulai merintis, tapi di Garut juga punya potensi, pakan ada, kenyamanan ada, namun perlu kajian lebih dalam lagi,” kata Zaini. (Ant)



.png)


















