GOSIPGARUT.ID — Pada Kamis (23/1/2020) siang, sebuah lokomotif untuk pertama kalinya sejak 1980 meluncur mulus di rel antara Stasiun Cibatu-Garut Kota yang baru dipasang beberapa bulan ke belakang.
Pada hari itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai melakukan percobaan kereta api di jalur KA Cibatu-Garut yang direaktivasi setelah 36 tahun tak berfungsi. Dari Stasiun Cibatu lokomotif desel CC2017723 meluncur ke Stasiun Garut dengan kecepatan 20 sampai 25 kilometer per jam.
“Ini baru uji coba. Memang secara keseluruhan bagus, tapi secara teknis tetap yang kurang akan kita tambah,” ujar Executive Vice President PT KAI Daop 2 Bandung Fredy Firmansyah kepada wartawan di Stasiun Garut, Jalan Bank, Garut Kota, Kamis (23/1/2020).
Fredy mengatakan, uji coba lokomotif yang dilakukan untuk pertama kalinya di jalur KA Cibatu-Garut ini berjalan lancar. Meski demikian, pihaknya tetap memperhatikan kekurangan yang masih ada.
“Uji coba tadi kecepatannya hanya 20-25 kilometer per jam. Ini artinya secara teknis sudah siap,” ujar dia.
Uji coba ini dilakukan PT KAI untuk mengetahui sejauh mana kekuatan rel. Lokomotif digunakan sebagai sarana uji coba karena memiliki bobot paling berat.
“Beratnya bisa nyampe 85 ton. Ini sudah bisa masuk,” kata Fredy.
Ia menambahkan, secara teknis rel KA Cibatu-Garut sudah laik untuk digunakan. Saat ini proses reaktivasi rel KA Cibatu-Garut berada pada tahap perapian di Stasiun Cibatu dan Stasiun Garut.
“Operasional sudah bisa dilakukan,” pungkas Fredy. (dtc/Yus)



.png)












