Berita

Orang Tua Siswa Tak Lolos SPMB Datangi Disdik Garut, Desak Penambahan Kuota SMP Negeri

×

Orang Tua Siswa Tak Lolos SPMB Datangi Disdik Garut, Desak Penambahan Kuota SMP Negeri

Sebarkan artikel ini
Orang tua siswa tak lolos SPMB mendatangi Disdik Garut, mendesak penambahan kuota SMP Negeri.

GOSIPGARUT.ID — Puluhan perwakilan orang tua calon peserta didik yang tidak lolos dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) mendatangi Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut. Mereka mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah agar siswa yang belum diterima di sekolah negeri tetap memperoleh hak pendidikan melalui penambahan kuota SMP negeri.

Aspirasi tersebut disampaikan karena banyak orang tua mengaku kecewa setelah anak mereka gagal diterima, meski berdomisili di sekitar sekolah negeri yang menjadi tujuan pendaftaran. Mereka berharap pemerintah daerah tidak membiarkan lulusan sekolah dasar kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan di sekolah negeri akibat keterbatasan daya tampung.

Perwakilan orang tua siswa, Rahmat Saleh SH, mengatakan kedatangan mereka bertujuan meminta Dinas Pendidikan membuat berita acara yang akan disampaikan kepada Bupati Garut sebagai dasar pengajuan penambahan kuota penerimaan.

Baca Juga:   Bupati Garut Kecam Pernyataan Presiden Prancis yang Menyinggung Umat Islam

“Kami datang ke Dinas Pendidikan untuk meminta agar dibuatkan berita acara dan diteruskan kepada Bupati sebagai dasar permohonan penambahan kuota. Kami berharap Bupati dapat berkoordinasi dengan DPRD maupun Pemerintah Provinsi agar ada kebijakan atau diskresi sehingga anak-anak kami bisa diterima di sekolah negeri,” kata Rahmat.

Menurut dia, persoalan ini terjadi karena jumlah lulusan sekolah dasar, terutama di kawasan Garut Kota, jauh lebih besar dibandingkan daya tampung SMP negeri yang tersedia. Kondisi tersebut, kata Rahmat, seharusnya sudah dapat dipetakan pemerintah sebelum pelaksanaan SPMB sehingga solusi dapat dipersiapkan lebih awal.

Rahmat juga menolak apabila satu-satunya solusi yang ditawarkan adalah mengarahkan siswa ke sekolah swasta. Menurutnya, tidak semua orang tua memiliki kemampuan ekonomi untuk menanggung biaya pendidikan di sekolah swasta, sementara sekolah negeri masih menjadi pilihan utama masyarakat karena dinilai lebih terjangkau.

Baca Juga:   Sigap Respons Laporan 110, Polisi Redam Keributan Keluarga di Garut Kota Tanpa Konflik

“Kalau diarahkan ke sekolah swasta tentu ada beban biaya yang lebih besar. Tidak semua orang tua mampu. Selain itu, SMP negeri masih menjadi pilihan utama masyarakat dan itu seharusnya menjadi perhatian pemerintah,” ujarnya.

Selain keterbatasan kuota, para orang tua juga mempertanyakan hasil seleksi. Mereka mengaku menerima banyak laporan mengenai siswa yang tinggal dekat dengan sekolah justru tidak lolos, sedangkan peserta dengan domisili yang lebih jauh dinyatakan diterima. Meski demikian, Rahmat menegaskan pihaknya belum ingin menyimpulkan adanya pelanggaran dan memilih menunggu penjelasan resmi dari pemerintah.

Baca Juga:   Pemdes Cisewu Dapat Dana IP Rp130 Juta, Tapi Belum Bisa Dicairkan karena Rekeningnya Diblokir Kades

Dalam audiensi tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Garut menerima aspirasi masyarakat dan menyatakan kesediaannya membuat berita acara sebagai dasar penyampaian usulan kepada Bupati Garut. Usulan itu diharapkan menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah bersama DPRD untuk mengupayakan penambahan kuota atau penyesuaian jumlah rombongan belajar sesuai ketentuan yang berlaku.

Rahmat berharap pemerintah daerah segera mengambil keputusan agar seluruh lulusan sekolah dasar dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala keterbatasan daya tampung sekolah negeri.

“Yang kami perjuangkan adalah hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan. Jangan sampai masih ada siswa yang tidak tertampung di sekolah,” pungkasnya. (Yuyus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *