GOSIPGARUT.ID — Yayasan Satria Buana Padjadjaran Garut menyatakan penolakan terhadap rekomendasi izin tambang Galian C yang diajukan Bupati Garut kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Ketua Yayasan Satria Buana Padjadjaran Garut, Dedi Kurniawan, mengatakan rencana pemberian izin tersebut dikhawatirkan menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat di sekitar wilayah pertambangan.
Menurut Dedi, kebijakan yang diambil Pemerintah Kabupaten Garut perlu dikaji ulang agar tidak bertentangan dengan prinsip pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
“Kami meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk bersikap bijak dan tidak serta-merta mengabulkan rekomendasi tersebut. Prioritas utama seharusnya pemulihan lingkungan, bukan membuka ruang lebih luas bagi eksploitasi sumber daya alam,” kata Dedi dalam keterangannya, Minggu (8/3/2026)..
Ia menjelaskan, aktivitas pertambangan Galian C berpotensi merusak ekosistem, terutama struktur tanah dan daya serap air di kawasan sekitar. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko kerusakan lingkungan di masa depan.
Selain itu, pihaknya juga menilai rekomendasi izin tambang perlu ditinjau dari aspek kesesuaian tata ruang wilayah. Menurut dia, setiap aktivitas pertambangan harus memastikan tidak bertentangan dengan rencana tata ruang yang telah ditetapkan.
Dedi juga menyoroti potensi dampak sosial yang dapat dirasakan masyarakat. Aktivitas tambang dinilai tidak hanya menimbulkan debu dan kebisingan, tetapi juga berpotensi mengurangi akses masyarakat terhadap sumber daya alam yang selama ini dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, Yayasan Satria Buana Padjadjaran menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil keputusan yang mempertimbangkan aspek lingkungan dan kepentingan masyarakat.
Pihaknya juga mendorong pemerintah membuka ruang dialog yang melibatkan tokoh masyarakat, akademisi, serta pegiat lingkungan sebelum izin pertambangan diterbitkan. Hal tersebut dinilai penting agar keputusan yang diambil dapat mempertimbangkan berbagai sudut pandang secara komprehensif. ***



.png)











