GOSIPGARUT.ID — Bupati Garut Abdusy Syakur Amin turun langsung memantau progres perbaikan jalan perkotaan di Jalan Prof. KH. Anwar Musaddad, Kecamatan Tarogong Kaler, Jumat (19/12/2025). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan proyek berjalan sesuai standar kualitas tinggi sekaligus menjawab keluhan masyarakat terkait kondisi jalan yang selama ini rusak dan kerap menimbulkan kemacetan.
Didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Garut Agus Ismail, Bupati menegaskan bahwa pembangunan jalan kali ini tidak dilakukan setengah-setengah. Menurutnya, spesifikasi teknis yang diterapkan sudah mengacu pada standar nasional agar jalan lebih kuat dan tahan lama.
“Ini memiliki kualitas standar nasional. Tebalnya di bawah 10 sentimeter, di atas 30 sentimeter, sehingga total semuanya 40 sentimeter,” ujar Syakur saat meninjau langsung lokasi pengecoran.
Syakur juga menekankan, proyek ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor. Ia mengapresiasi peran aktif Dinas PUPR Garut, dukungan anggota DPR RI Ade Ginanjar, hingga kontribusi anggaran dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional. Menurutnya, sinergi tersebut penting agar pembangunan infrastruktur di Garut tidak hanya cepat, tetapi juga berkualitas.
Selain di Tarogong Kaler, proyek perbaikan jalan dengan spesifikasi serupa juga tengah disiapkan di wilayah lain, termasuk Banjarwangi. Langkah ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas barang dan manusia, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kita berharap jalan ini awet, kuat, dan nyaman untuk masyarakat. Pemerintah ingin benar-benar serius, sehingga tidak perlu setiap tahun diperbaiki lagi dan kita bisa fokus ke wilayah lain,” katanya.
Terkait keluhan warga yang berharap jalan bisa segera digunakan, Syakur meminta masyarakat untuk bersabar. Meski secara kasat mata pengecoran tampak selesai, jalan belum bisa langsung dilalui karena beton membutuhkan waktu tertentu untuk mencapai kekuatan maksimal.
“Ada umur yang diperlukan supaya benar-benar terbentuk maksimal. Jadi belum semuanya bisa digunakan, tapi insyaallah nanti sangat membantu memperlancar aktivitas di Jalan Anwar Musaddad,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Garut Agus Ismail memastikan bahwa jalur tersebut akan aman dan fungsional untuk menghadapi arus mudik Lebaran mendatang. Ia menyebutkan, pihaknya juga telah menyiapkan rencana perbaikan jalan lain setelah Lebaran.
“Lebaran insyaallah aman. Mudah-mudahan nanti kita perbaiki lagi beberapa jalan setelah Lebaran,” kata Agus.
Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), pihak pelaksana proyek dari CV Al Fachri, Yadi, menjelaskan bahwa sekitar satu kilometer ruas jalan sudah bisa dimanfaatkan masyarakat. Adapun sisa ruas lainnya baru akan dibuka pada pertengahan Januari 2026 setelah umur beton dinilai cukup.
“Untuk Nataru, paling sekitar satu kilometer yang bisa dipakai. Sisanya pertengahan Januari karena terbentur umur beton. Sebagian dulu bisa digunakan, sisanya kita tunggu,” tandasnya. ***



.png)















