GOSIPGARUT.ID — Suasana haru bercampur bahagia menyelimuti lapangan utama SMAN 7 Garut saat peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun ini. Meski digelar sederhana, perayaan yang sepenuhnya diinisiasi para siswa itu berhasil menciptakan momen emosional yang memupuk kedekatan antara guru dan murid.
Peringatan dimulai dengan seremoni rutin, namun suasana mendadak berubah lebih meriah ketika puluhan siswa dari Komunitas Seni Waruga Kaula (KSWK) memasuki lapangan. Mereka menghadirkan pertunjukan teatrikal singkat yang diakhiri puisi penghormatan untuk guru. Puncaknya, para siswa membentuk formasi sambil mengangkat potongan karton besar bertuliskan “SELAMAT HARI GURU”.
Para siswa mengenakan seragam sekolah yang tampak serasi. Mereka berjongkok sambil memegang huruf-huruf besar, sementara seorang siswa dengan mikrofon menyampaikan pesan penghormatan bagi seluruh guru di hadapan ratusan pelajar lainnya.
Inisiatif Murni dari Siswa
Ketua OSIS SMAN 7 Garut, Al Fauzan Bintang Setiawan, menegaskan bahwa seluruh rangkaian acara lahir dari inisiatif para siswa sebagai bentuk ketulusan dalam menghargai perjuangan guru.
“Kami tahu para Bapak dan Ibu Guru tidak mengharapkan perayaan mewah. Yang terpenting bagi kami adalah menyampaikan rasa terima kasih atas ilmu, kesabaran, dan bimbingan selama ini,” ujar Fauzan. “Semoga semangat ini terus mengingatkan kami untuk selalu menghormati dan menghargai guru-guru kami.”
Tidak sedikit guru yang tampak terkejut sekaligus terharu atas kejutan yang disiapkan para siswa. Beberapa guru terlihat menyeka air mata bahagia saat melihat kekompakan dan kreativitas anak didiknya.
“Kami sangat terharu. Ini adalah hadiah terbaik bagi kami,” ungkap Hj. Ema Sumartini, S.Pd., M.Pd., guru senior SMAN 7 Garut. “Melihat anak-anak kompak dan menunjukkan rasa terima kasih yang tulus seperti ini sudah lebih dari cukup. Ini menunjukkan bahwa hubungan guru dan siswa di SMAN 7 Garut bukan hanya sebatas proses belajar mengajar di kelas, tetapi ada ikatan batin yang kuat.”
Peringatan HGN di SMAN 7 Garut tahun ini menjadi bukti bahwa sebuah perayaan tidak harus megah untuk meninggalkan kesan. Ketulusan siswa dan apresiasi para guru membentuk momen yang hangat, menjadi pengingat bahwa pendidikan tumbuh dari rasa saling menghargai.
Meski sederhana, perayaan ini menjadi wujud nyata bahwa nilai-nilai kebersamaan dan penghormatan kepada guru tetap hidup kuat di lingkungan sekolah tersebut. (Agun)



.png)






