GOSIPGARUT.ID — Ribuan wajah berseri akan memadati Alun-alun Garut, Jumat (7/11/2025) ini. Sebanyak 6.596 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu akan resmi dilantik oleh Pemerintah Kabupaten Garut. Namun di tengah euforia itu, ada kisah mengharukan dari Somantri, seorang guru senior yang justru hanya bisa menjadi saksi dari kebahagiaan rekan-rekannya.
Somantri, pria berusia 60 tahun asal Kecamatan Cisurupan, sudah mengabdikan diri puluhan tahun sebagai tenaga pendidik. Sayang, nasib berkata lain — ia lebih dulu memasuki masa pensiun pertengahan tahun ini, hanya beberapa bulan sebelum pelantikan besar-besaran tersebut digelar.
Meski demikian, tak ada penyesalan di wajahnya. Somantri justru mengaku bangga dan bahagia, sebab perjuangannya sebagai guru kini diteruskan oleh kedua anaknya yang juga telah menjadi PPPK.
“Insya Allah saya akan hadir di pelantikan besok. Meskipun saya tidak jadi PNS atau PPPK, tapi alhamdulillah dua anak saya sudah PPPK. Yang satu di Bogor, satu lagi di Cisurupan,” ujar Somantri dengan senyum tenang, saat ditemui di sela gladi pelantikan di Alun-alun Garut, Kamis (6/11/2025).
Baginya, keberhasilan mendidik kedua anak hingga mencapai cita-cita menjadi pendidik adalah pencapaian terbesar dalam hidupnya.
“Alhamdulillah, berarti cita-citaku berhasil. Saya dulu suka mendidik anak-anak di Pramuka, mendidik karakter. Walau saya tak masuk PPPK, tapi saya tetap bangga,” tutur Somantri, yang juga menjabat Ketua DPC Forum Aliansi Guru dan Karyawan (Fagar) Cisurupan.
Banyak yang Dilantik Justru Akan Segera Pensiun
Kisah seperti Somantri bukan satu-satunya. Ketua Umum Fagar Kabupaten Garut, Ma’mol Abdul Faqih, mengungkapkan bahwa masih ada puluhan peserta pelantikan yang usianya hampir memasuki masa pensiun.
“Banyak yang usianya sudah hampir pensiun. Besok dilantik, tapi Februari tahun depan sudah pensiun — ada sekitar 70 orang. Pak Somantri malah tidak ikut karena sudah pensiun. Ada juga satu orang dari Karangpawitan yang sudah meninggal,” kata Ma’mol.
Menurut Ma’mol, pelantikan PPPK Paruh Waktu ini bukanlah akhir perjuangan. Fagar masih memiliki “pekerjaan rumah besar” untuk memperjuangkan agar para PPPK Paruh Waktu bisa diangkat menjadi PPPK penuh.
“Apalagi di tahun 2026 nanti ada 700 pegawai Pemkab Garut yang akan pensiun. Banyak dari mereka golongan tinggi. Kalau dikonversi, bisa membuka peluang 1.000 sampai 1.500 formasi PPPK baru,” jelasnya.
Menariknya, Ma’mol sendiri hingga kini masih berstatus guru honorer. Namun ia menegaskan, belum berpikir untuk mengubah status pribadinya. “Saya masih ingin berjuang dulu untuk kawan-kawan yang lain,” pungkasnya.
Sebuah Perpisahan yang Penuh Makna
Bagi Somantri, pelantikan hari ini bukan momen kehilangan, melainkan perayaan atas perjuangan panjangnya di dunia pendidikan. Meski tak lagi berdiri di depan kelas, warisan pengabdiannya kini diteruskan oleh generasi berikutnya — termasuk dua anaknya.
“Kalau saya tidak ikut dilantik, tak apa. Yang penting anak-anak saya bisa lanjutkan perjuangan bapaknya,” katanya lirih.
Hari ini, Somantri akan berdiri di antara ribuan PPPK yang dilantik — bukan sebagai penerima SK, tapi sebagai saksi sejarah, dan mungkin, sosok paling bangga di Alun-alun Garut. (Yuyus)



.png)






