GOSIPGARUT.ID — Ribuan siswa di sejumlah sekolah di Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, mulai menikmati asupan bergizi dari program unggulan Presiden Prabowo Subianto, Makanan Bergizi Gratis (MBG), pada Selasa (7/10/2025).
Dari berbagai unggahan di media sosial, tampak antusiasme warga yang menyambut baik pelaksanaan perdana MBG di wilayah mereka. Sejumlah foto memperlihatkan anak-anak sekolah tengah menikmati menu makan siang berupa nasi, ayam goreng, kentang rebus, tempe goreng, dan wortel rebus.
Unggahan itu sontak ramai di kolom komentar. Banyak warga yang penasaran dari mana asal menu MBG hari pertama tersebut. Beberapa netizen bahkan menyebut menu itu berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukarame, yang berlokasi di Desa Sukarame, Kecamatan Caringin.
Namun, kabar itu dibantah langsung oleh Yanti Susilawati, mantan Kepala Desa Sukarame sekaligus pengelola SPPG Sukarame.
“Itu bukan dari SPPG saya. SPPG Sukarame baru akan mulai memproduksi dan mengirimkan MBG pada tanggal 25 Oktober mendatang,” ujar Yanti saat dikonfirmasi GOSIPGARUT.ID, Selasa (7/10/2025).
Yanti menjelaskan, berdasarkan pantauannya di media sosial, kemungkinan besar menu yang beredar di sekolah-sekolah hari ini berasal dari SPPG lain di wilayah Kampung Cigadog, Desa Cisarua, Kecamatan Caringin.
“Kalau melihat postingan beberapa netizen, sepertinya itu dari SPPG di Cisarua. Tapi saya tidak bisa memastikan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Yanti mengungkapkan bahwa SPPG Sukarame nantinya akan menyalurkan MBG kepada sekitar 3.500 penerima manfaat di dua desa, yakni Sukarame dan Caringin. Rinciannya, 2.250 penerima dari kalangan siswa PAUD, SD, SMP, dan SMA, serta 1.250 penerima lainnya terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Program Makanan Bergizi Gratis merupakan salah satu janji utama Presiden Prabowo Subianto, yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama anak-anak sekolah. Kabupaten Garut menjadi salah satu daerah yang lebih dulu menjalankan tahap awal program ini di Jawa Barat.
Meskipun demikian, sejumlah pihak berharap pendistribusian dan pengawasan MBG dilakukan secara transparan, agar tujuan program ini — mencetak generasi sehat dan cerdas — dapat benar-benar tercapai. ***



.png)











