GOSIPGARUT.ID — Harapan keluarga dua nelayan muda asal Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, pupus sudah. Setelah tiga hari dinyatakan hilang akibat perahu yang ditumpanginya terbalik di perairan Pantai Cidamar, jasad Angga (19) dan Haikal (19) akhirnya ditemukan Tim SAR gabungan dalam kondisi tak bernyawa.
Kasat Polairud Polres Cianjur AKP Asep Machfud mengatakan, jasad Haikal ditemukan lebih dulu oleh tim pencari di pinggir pantai, sekitar tiga kilometer dari lokasi perahu terbalik. Beberapa jam kemudian, giliran jasad Angga ditemukan oleh nelayan setempat di lokasi berbeda.
“Keduanya langsung kami serahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga menolak visum dan menerima musibah ini dengan ikhlas,” ujar Asep, Minggu (21/9/2025).
Proses pencarian melibatkan 33 personel gabungan dari Satpolairud, TNI AL, Basarnas, Damkar, Polsek Sindangbarang, Satpol PP, relawan tangguh bencana (Retana), RAPI, dan para nelayan setempat.
Tim bekerja ekstra keras dengan membagi kelompok pencari untuk menyisir laut maupun daratan, dari Tambak Piring hingga Pantai Ciujung sejauh lebih dari tiga kilometer. Gelombang tinggi di perairan selatan sempat menyulitkan pencarian dan diduga menyeret korban lebih jauh dari lokasi kapal terbalik.
Kepala SAR Kabupaten Cianjur Andhika Zein menegaskan, pencarian dilakukan tidak hanya di Cianjur, tetapi juga berkoordinasi dengan nelayan di wilayah Sukabumi dan Garut.
“Kami memperluas radius pencarian karena arus kuat bisa membawa tubuh korban hingga lintas wilayah,” kata Andhika.
Tragedi ini menjadi pengingat bahwa perairan selatan Jawa Barat menyimpan risiko besar. Ombak tinggi dan arus deras kerap mengancam keselamatan nelayan, meski aktivitas melaut tetap menjadi tumpuan hidup sebagian besar warga pesisir.
Kini, duka mendalam menyelimuti keluarga dan kampung halaman Angga dan Haikal. Dua nelayan belia itu dimakamkan di tanah kelahiran mereka, meninggalkan pesan pahit tentang betapa rapuhnya nyawa di hadapan ganasnya lautan. ***



.png)











