Berita

Sosialisasi PIP di Garut, DPR Ingatkan Dana Siswa Jangan Dijadikan Bancakan

×

Sosialisasi PIP di Garut, DPR Ingatkan Dana Siswa Jangan Dijadikan Bancakan

Sebarkan artikel ini
‎Sosialisasi dan Percepatan Aktivasi Rekening Program Indonesia Pintar (PIP) Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2025, bertempat di SMKN 12 Garut, Jalan Cimanuk, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Sabtu (30/8/2025). ‎(Foto: Sofyan Fauzi)

GOSIPGARUT.ID — Pemerintah pusat kembali mengingatkan keras agar Program Indonesia Pintar (PIP) tidak dijadikan lahan potongan liar. Pesan itu mengemuka dalam Sosialisasi dan Percepatan Aktivasi Rekening PIP di SMKN 12 Garut, Jalan Cimanuk, Kecamatan Tarogong Kidul, Sabtu, 30 Agustus 2025.

Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Suryana, mengakui bahwa sosialisasi ini penting untuk menutup celah praktik curang yang kerap muncul dalam pencairan bantuan pendidikan. “Mudah-mudahan tidak ada lagi permasalahan berkaitan dengan potongan di sekolah maupun pihak lain. Program ini harus berjalan lancar dan bersih,” ujarnya.

Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, bahkan bicara lebih tajam. Ia mengingatkan bahwa dana PIP adalah hak penuh siswa miskin yang tidak boleh diganggu sepeser pun. “Tidak ada alasan, tidak ada potongan. Kalau ada yang coba-coba, itu jelas pelanggaran,” tegasnya.

Baca Juga:   Efisiensi Waktu & Biaya: Kunci memilih Coworking Space di Lokasi Strategis dengan Fasilitas Lengkap

Ferdiansyah menekankan perlunya keterlibatan aktif Disdik dan Diskominfo dalam mengedukasi masyarakat, agar orang tua siswa berani menolak segala bentuk pemotongan dana. “Kita harus pastikan akses pendidikan tidak tersandera oleh praktik culas,” katanya.

Di lapangan, kasus dugaan pungutan liar terhadap dana bantuan siswa masih kerap mencuat. Itulah sebabnya kegiatan ini dianggap krusial: mempercepat aktivasi rekening, menutup peluang perantara nakal, dan memastikan bantuan jatuh langsung ke tangan penerima.

Baca Juga:   Nasib Guru dan Tenaga TU Honorer di SMA/SMK Garut Tak Kunjung Jelas

Dengan nada serius, Suryana menutup pertemuan dengan peringatan: “Jika program ini berjalan bersih, PIP akan benar-benar jadi penopang peningkatan mutu pendidikan dan kesejahteraan masyarakat Garut. Jangan sampai justru mencederai kepercayaan publik.” ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *