GOSIPGARUT.ID — Rumah Sakit KPBS (Koperasi Peternak Bandung Selatan) di Jalan Raya Pangalengan, Kabupaten Bandung, kini menjelma sebagai tumpuan harapan masyarakat Bandung Selatan hingga sebagian Garut Selatan. Bagi peserta BPJS Kesehatan, rumah sakit ini adalah fasilitas kesehatan rujukan tingkat dua yang saban hari menerima ratusan pasien dengan berbagai keluhan.
Fasilitas medis di RS KPBS terbilang lengkap, tenaga kesehatannya pun tak main-main. Konon, banyak dokter yang biasa bertugas di RSUD Welas Asih (dulu Al-Ihsan) turut melayani di sini. Tak heran jika rumah sakit ini menjadi pilihan utama warga untuk berobat.
Namun, di balik layanan yang kian diminati, ada persoalan klasik yang tak kunjung diatasi: parkir yang sempit. Lahan parkir RS KPBS sudah lama tak mampu menampung derasnya kendaraan pengunjung. Situasi semakin kacau saat kunjungan membludak, kendaraan pun tumpah ruah hingga memakan badan Jalan Raya Pangalengan.
“Kalau lagi ramai, jalan depan rumah sakit itu seperti terminal mendadak. Motor dan mobil parkir sembarangan,” keluh Rudi, warga setempat.
Warga menilai manajemen rumah sakit harus bertindak cepat. Salah satu usul yang kerap dilontarkan adalah memanfaatkan lantai dasar bangunan untuk parkir dan menjadikan lantai atas sebagai ruang perawatan. Alternatif lainnya, membangun gedung parkir bertingkat atau bahkan memindahkan rumah sakit ke lokasi yang lebih luas.
“Idealnya pindah ke tempat yang lapang. Ke depan pasien pasti makin banyak,” kata seorang pengunjung dengan nada gusar.
Ia menambahkan, jika tanpa solusi, persoalan parkir ini bukan hanya mengganggu lalu lintas, tapi juga menodai citra layanan kesehatan yang seharusnya memberi kenyamanan bagi pasien. ***



.png)






