GOSIPGARUT.ID — Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Barat kembali mencatat prestasi dalam pemberantasan narkoba. Kali ini, aparat berhasil mengungkap jaringan pengedar narkoba lintas provinsi yang beroperasi antara Aceh dan Jawa Barat.
Tiga tersangka berinisial RTH, ARM, dan H ditangkap karena diduga menjadi perantara dalam peredaran sabu di wilayah Bogor dan sekitarnya.
“Modus operandinya adalah menjadi perantara jual-beli narkotika jenis sabu di daerah Bogor dan sekitarnya,” ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan dalam konferensi pers di Mapolda Jabar, Kamis (31/7/2025).
Pengungkapan kasus ini dimulai pada Rabu, 21 Mei 2025, dengan penangkapan tersangka RTH di sebuah rumah di Desa Hegarmanah, Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta. Dari tangan RTH, polisi mengamankan 86,99 gram sabu.
Pengembangan kasus berlanjut keesokan harinya, Kamis (22/5), saat ARM ditangkap di sebuah rumah di dekat RS Hegar Hermina, Bogor Barat. Dari ARM, polisi menyita 1.643 gram sabu.
Tersangka ketiga, berinisial H, dibekuk pada Rabu, 9 Juli 2025, sekitar pukul 06.00 WIB di rumahnya di Kampung Ranca Kromong, Desa Cihoe, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor. Sebanyak 1.562 gram sabu ditemukan sebagai barang bukti.
“Total barang bukti yang berhasil kami sita dari ketiga tersangka mencapai 3.293 gram sabu,” jelas Hendra.
Direktur Ditresnarkoba Polda Jabar, Kombes Pol Albert RD, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi para pelaku narkoba untuk beroperasi di wilayah Jawa Barat.
“Tidak ada tempat atau sejengkal tanah pun di Bumi Pasundan bagi para sindikat dan jaringan narkoba,” tegasnya.
Albert juga membeberkan hasil penindakan narkoba yang telah dilakukan sepanjang Januari hingga Juli 2025. Dalam periode tersebut, Ditresnarkoba Polda Jabar berhasil menyita berbagai jenis narkotika dan obat-obatan terlarang, dengan rincian:
Sabu (metamfetamin): 8.392,67 gram
Ekstasi: 189 butir
Ganja: 5.855,92 gram
Tembakau sintetis: 6.804,56 gram
Bibit tembakau sintetis: 4.972,43 gram
Psikotropika: 2.580 butir
Obat keras tertentu (OKT): 5.784.226 butir
“Negara tidak boleh kalah dengan jaringan dan sindikat narkoba. Kami akan terus merapatkan barisan bersama masyarakat untuk memberantas narkoba sampai ke akar-akarnya,” pungkas Albert. (IK)



.png)















